dibikin cucok lah, kayak Dannis - baju muslim anak-anak yg lucu2 itu loh, pake topi n jilbab
di sini harus punya topi, karena: 1. matahari Sydney panas banget 2. kemana-mana jalan kaki, nggak ada becak, sepeda motor enggak lazim, dan nggak bisa numpang mobil tetangga, hiks
Its like you read my mind! You seem to know so much about this, like you wrote the book in it or something. I think that you could do with some pics to drive the message home a bit, but other than that, this is wonderful blog. A fantastic read. I will certainly be back. aol email login
Sekarang ini saya tinggal di Holland Place. Mendengar sepintas namanya, memang yang terbayang adalah Melrose Place , apartemen mewah seperti judul serial TV yang populer tahun 1990-an tersebut. Sayangnya, tempat ini tidak sekeren namanya. Tempat ini bukan apartemen mewah dan saya tidak bertetangga dengan bule-bule cakep. Tapi, jangan menyangka saya tinggal di rusunawa lho. Standar apartemen biasa kelas orang-orang imigran di sini sudah cukup bagus lah untuk ukuran orang Indonesia yang hidup sederhana (ehm!) seperti saya. Kami menyewa apartemen dengan dua kamar tidur. Biaya sewa seminggu adalah $250. Hayo, hitung dalam rupiah dengan kurs 1 AUD = Rp 7800! Itu sudah termasuk murah untuk ukuran sewa apartemen di daerah sekitar Sydney. Memang harga sewa di Sydney paling mahal dibandingkan kota-kota lainnya di Australia. Semakin lama harga sewa semakin mahal, sampai akhirnya orang-orang harus 'menyingkir' ke daerah yang lebih jauh lagi dari pusat kota. Seperti kami yang se...
Kemarin Lil A pulang sekolah membawa hasil Mathe Arbeit, alias ulangan kelas matematika. Ini Mathe Arbeit yang ke-6. Satu tahun ajaran cuma ada 6 kali ulangan kelas. Lil A baru ikut 3 kali karena dia baru saja masuk kelas reguler (kelas 4) sejak semester ini. Sebelumnya, karena belum bisa bahasa Jerman, Lil A masuk kelas IK (Intensiv Klasse) selama satu setengah semester. Sekolah dasar (Grundschule) di Jerman cuma sampai kelas 4, kecuali di Berlin yang sampai kelas 6. Mulai kelas 5, anak-anak sudah dimasukkan ke sekolah menengah. Meski kelas terakhir di SD, sama sekali tidak ada ujian akhir tahun. Hanya ada ulangan biasa untuk mapel Matematika dan Bahasa Jerman. Penentuan sekolah selanjutnya berdasarkan rekomendasi guru dari pengamatan terhadap anak sehari-hari. Di awal semester ini, Lil A sudah mendapatkan rekomendasi untuk melanjutkan ke jalur sekolah menengah Gymnasium, meski dia belum pernah ikut arbeit (ulangan) di kelas reguler sebelumnya. Setiap anak lulusan Grundschul...
Aussie celebrates Boxing Day every December, 26th. But it has nothing to do with what Mike Tyson does for living. Boxing here means put something in a box, as a gift. Traditionally, they give charity in boxes to the poor, one day after Christmas. Similar as giving zakat in Islam, perhaps. Nowadays, they celebrate Boxing Day with... SHOPPING!!! No wonder because there were biggest sale of the year. Almost every shop made clearance sale and offered 50% discount. People rushed in to city. Even, they stayed in line from 6 am before the shop was opened. The situation was similar to one day before lebaran in Indonesia, when everybody gets crazy. Like there will be no other day. Nino, Nindi and I also joined the crowd. We headed into Myer, the famous departement store in the city. But, then, it was too crowded to shop around. Maybe, I should leave my child - and my husband - at home next boxing day. A.K.
Big A di Darling Harbour, Sydney Seperti anak-anak lainnya, cita-cita Anindya berubah-ubah. Dulu dia ingin sekali menjadi astronomer. Waktu itu dia gandrung dengan sains dan matematika. Ketika kelas 1 di SD Marrickville West, dia sudah bisa mengerjakan soal-soal kelas 4. Tapi ya maklum aja sih, wong level matematika Ostrali lebih rendah daripada Indonesia, hehe. Lalu dia menemukan keasyikan di dunia buku. Memb aca adalah terapinya ketika adaptasi pindah ke Indonesia. Dia termasuk pembaca cepat, sehari bisa selesai satu novel. Gara-gara itu, dia bercita-cita ingin jadi penulis. Lama-lama, cita-cita Anindya bukan tentang profesi lagi, tapi apa yang ingin dia pelajari ketika kuliah nanti. Kelas 5 SD, dia ingin kuliah sastra di Universitas terbaik di dunia: Oxford. Cita-cita memang nggak boleh tanggung-tanggung ya. Dia waktu itu sedang gandrung dengan JRR Tolkien (dan Legolas :p). Semua fakta tentang Middle Earth dia lahap dari Wikipedia, sampai hafal silsilah dunia ...
I had my first baby ultrasound yesterday. It was amazing to see a tiny human lives inside me. We could see clearly her head, tiny feet, tiny hands, her heart beating rapidly, and even took a look inside her brain. When we watched her, she was lazily sucking her thumb. Alhamdulillah, so far so good. Everything seemed normal, nothing to worry. And... she is a girl! Insyaallah. A.K.
Mata saya berbinar-binar dan jantung saya berdebar kencang begitu melihat spanduk 'Book Sale'. Marrickville Library Book Sale adalah event tahunan yang selalu kami tunggu-tunggu. Pasar buku seperti ini menjual buku-buku bekas yang tidak diinginkan oleh perpustakaan lagi. Tapi, buku bekas di sini masih bagus-bagus loh, dan tahun terbitnya juga banyak yang masih baru, bukan dari dekade yang lalu. Jangan dibayangkan buku-buku yang sudah menguning atau berdebu. Harganya super murah, bahkan kalau dibandingkan dengan buku-buku baru di Indonesia. Buku anak-anak, fiksi dan non-fiksi hanya 50 sen. Ini termasuk buku-buku ilmu pengetahuan serial Collins Eyewitness dan DK. Ada juga kamus bergambar, ensiklopedia dan tak ketinggalan serial Harry Potter. Buku-buku fiksi untuk dewasa dijual $1 dan buku non fiksinya masing-masing $2. Meskipun super murah, saya hanya membeli buku-buku must have dari pengarang favorit saja: Jodi Picoult, Candace Bushnell, Judy Blume, Enid Blyton, Sophie ...
Acara tahunan Festival Indonesia di Sydney digelar Sabtu kemarin (3/9) di Tumbalong Park, Darling Harbour. Saya bersama keluarga sempat mampir sebentar ke festival ini, yang lumayan mengobati rasa kangen akan suasana yang Indonesia banget :) Festival semacam ini, selain untuk kangen-kangen-an dengan makanan Indonesia, juga untuk memperkenalkan budaya (dan makanan) Indonesia ke masyarakat Australia, khususnya yang tinggal di Sydney. Biasanya festival ini digelar setiap Agustus, sekaligus untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Namun karena 17 Agustus kemarin masih masuk puasa, acara diundur menjadi September, sekaligus untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri. Nggak tanggung-tanggung, festival kali ini diadakan di jantung kota, Darling Harbour. Sudah beberapa kali memang diadakan di Tumbalong Park ini. Beberapa tahun lalu, festival serupa dengan nama Pesta Kampoeng diadakan di Sydney University dan kemudian di Fox Studio dekat University of New South Wales. Menurut say...
Iya juga ya, ngapain nambah-nambah perkara, keluar dari zona nyaman? Toh kebutuhan hidup sudah terpenuhi, hobi traveling juga bisa diwujudkan. Lalu saya ingat tujuan saya dulu cari perkara dengan kuliah lagi di Universitas Terbuka. Selain ingin memperbaiki 'hal-hal yang tidak selesai' di kuliah saya terdahulu, saya juga ingin menjadi role model yang baik bagi anak-anak saya . Bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar (klise tapi bener adanya). Bahwa ada kesempatan kedua kalau kita mau mengambilnya. Bahwa tidak ada salahnya kamu mengikuti passion -mu. Bahwa hidup kadang harus melewati jalan memutar. No worries , kita akan tetap sampai asal tidak berhenti melangkah. ~ A.K.
Me, Right Now! 1. 150/44 2. gigi kelinci, dua gigi rusak, pengen nyabut nggak sempat2 3. rambut panjang yang rontok hebat 4. perut gendut, masih suka makan fastfood 5. a happy mom from a cute little girl 6. a happy wife from a-damn-smart-Nino 7. udah menelorkan satu novel keren. YES! Alhamdulillah… 8. Bahasa Inggrisnya masih payah, TOEFL cuma 513 9. belom bisa nyetir mobil (lha yang disetir belom ada…) 10. masih numpang mertua, hik 11. pengen fitnes, tapi nggak jadi-jadi 11. pengen liburan, tapi nggak sempat2 Me, Five Years From Now! 1. 150/42, diet food combining sukses 2. sexier, udah rajin fitnes 3. gigi udah dikawat rapi 4. wajah tambah kinclong, pake IRS Artistry 5. a happy Mum from two kids 6. penulis best seller 7. punya rumah dengan halaman belakang 8. punya city car yang luthuuu… 9. TOEFL at least 600 10. mendirikan penerbitan dengan Nino Me, Ten Years From Now! 1. lebih matang dan mantap 2. punya rumah dengan 2 pavilyun dan kolam renang 3. punya perpus...
Enaknya tinggal di Sydney, ada taman bermain di tiap RW-nya. Bukannya ada RW beneran, tapi di tiap blok perumahan pasti ada fasilitas tamannya. Asyiknya, taman-taman ini luas, bersih dan gratis. Ada bermacam-macam taman di sini, antara lain taman bermain (playground), taman untuk berolahraga (ada lapangan olahraganya dong...), taman untuk barbekyu, atau sekedar taman rumput doang. Taman bermain yang paling dekat dengan apartemen kami adalah Hampden Road Reserve, jaraknya 6 menit jalan. Luasnya kira-kira setengah lapangan sepak bola. Di tengah-tengah ada satu set permainan anak-anak: ayunan, perosotan dan anjut-anjutan. Di samping mainan anak-anak, ada satu bidang tanah lapang yang cocok untuk main bulu tangkis (cuman nggak ada tiang untuk net). Taman juga selalu dilengkapi bangku-bangku taman dan pancuran air untuk minum. Tiap sore, taman ini ramai sekali anak-anak bermain, maklumlah pemukiman padat anak. Kalau sudah ramai begini biasanya Anindya ogah bermain, mungkin malas harus menan...
Comments
di sini harus punya topi, karena:
1. matahari Sydney panas banget
2. kemana-mana jalan kaki, nggak ada becak, sepeda motor enggak lazim, dan nggak bisa numpang mobil tetangga, hiks
Btw, kenapa gak naik sepeda ajah, rame2 sekeluarga gitu ^_^ Cari ajah sepeda 2nd di Ebay Australia, pasti ada yg murmer. Kami disini kemana2 naik sepeda ajah, walopun ber-hilly2, menghemat ongkos banget2 dan sehat ^_^
Its like you read my mind! You seem to know so much about this, like you wrote the book in it or something. I think that you could do with some pics to drive the message home a bit, but other than that, this is wonderful blog. A fantastic read. I will certainly be back. aol email login