Posts

Showing posts from 2015

BUKU YANG KUBACA 2015

Image
Meneruskan tradisi baru yang saya mulai tahun lalu, tiap akhir tahun saya akan menuliskan daftar buku-buku yang saya baca dalam satu tahun. Target tahun ini 100 buku, tapi tidak tercapai, hiks. Dalam daftar saya cuma ada 49 buku. Sebenarnya saya juga baca 14 buku pelajaran dari 14 mata kuliah semester 1 dan 2, boleh dimasukin nggak? Hehehe. Daftar ini belum termasuk buku anak -anak yang saya bacakan untuk Little A. Sudah lumayan sih jumlahnya, lebih banyak dari tahun lalu. Yang ingin ikutan, sila buat daftar sendiri, sertakan tagar #bukuyangkubaca2015 biar yang lain bisa ngintip. 1. Indonesia Etc - Elizabeth Pisani 2. 1000 Musim Mengejar Bintang - Charon, GPU 3. 31 Rumah Mungil Hijau - GPU, re-read 4. Surat Panjang Tentang Jarak Kita Yang Jutaan Tahun Cahaya - Dewi Kharisma Michellia 5. Cerita Cinta Indonesia, GPU 6. Touche - Windhy Puspitadewi 7. PHP - Dila Maretihaq Sari dkk, Bentang Belia 8. Montmartre Hatiku Tertinggal - Olenka Priyadarsani - DAR Mizan 9. Filo

Resep Diet Mayo 13 Hari

Image
Makan siang Diet Mayo hari pertama Beneran nih mau nyoba diet mayo? Sudah baca pengalaman saya di sini kan? Nggak usah takut, dietnya nggak nyiksa-nyiksa banget kok, seenggaknya buat saya. Menu diet mayo sudah ditentukan untuk 13 hari. Ada menu sampai hari ketujuh, lalu hari kedelapan menunya mengulang dari hari pertama. Kabar baiknya, menu diet mayo ini bisa diakali agar ada rasanya, asal tidak ditambahi garam. Bumbu-bumbu lain seperti bawang, bawang bombay, bawang merah, lada putih, lada hitam, cabe dan berbagai macam herba diperbolehkan. Tapi nggak boleh pakai kecap manis atau saus tomat botolan ya. Bahkan mentega pun boleh, asal yang tawar ( unsalted butter ). Untuk sarapannya gampang banget, biasanya secangkir kopi atau teh, dengan 1 sendok teh gula rendah kalori. Saya pakai gula Tropicana Slim. Di hari keempat ada tambahan 1 iris roti bakar. Saya pakai roti gandum utuh ( whole wheat bread ). Sarapan hari kelima agak susah, karena cuma 1 wortel besar mentah yang diparut da

Pengalaman Diet Mayo: 13 Hari Turun 4,5 Kg Tanpa Olahraga

Image
Menu makan siang hari ke-3 dan ke-10 Diet Mayo apaan sih? Tadinya saya percaya ini diet bikinan Mayo Clinic yang terkenal di US. Saya memang sudah tahu tentang Klinik Mayo dan punya buku panduannya untuk kesehatan keluarga. Tapi setelah saya telusuri lebih lanjut, ternyata Mayo Clinic sendiri tidak pernah membuat menu diet seperti ini. Apakah menu diet 13-hari yang beredar ini versi Indonesia-nya? Tidak tahu juga. Trus ngapain saya tetap mau ngejalanin diet yang 'gak jelas' ini? Tentu saja karena kepepet. Belakangan ini rasanya saya semakin gendut aja. Badan rasanya lesu, gampang capek, dan susah konsentrasi. Tanda-tanda penuaan juga semakin muncul: uban tambah banyak! Yang lebih parah lagi, saya jadi nggak pede memasang foto-foto liburan di blog traveling saya karena kegendutan. Duh, kalau begini caranya, bisa hancur karier saya sebagai travel blogger :D  Berat badan saya sebelum diet mencapai 56,8 kg. Ini sama dengan BB waktu hamil Little A. Mungkin ada yang nanya, &quo

Memulai Investasi Reksadana

Image
Contoh tampilan rekening investasi di Bank Commonwealth Beberapa hari ini saya mendapat pertanyaan dari beberapa teman, "Bagaimana memulai investasi reksadana?" Karena jawabannya bisa panjang, saya tulis saja di blog. Mungkin berguna juga buat yang lain. Teman saya juga bilang, pakai bahasa sederhana saja, ojo ndakik-ndakik , nanti malah nggak mudheng . Beres lah, wong saya juga nggak bisa bahasa yang ribet. Disclaimer : Saya bukan ahli/perencana keuangan, dan tidak dibayar oleh Bank Commonwealth. Yang saya tulis adalah dari pengalaman dan dengan bahasa saya sendiri. Sekiranya ada fakta-fakta yang salah atau menyesatkan (duh, bahasanya), tolong ditulis di komentar ya, nanti akan saya edit kalau perlu. Apa Itu Reksadana? Gampangannya, Reksadana (RD) adalah kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh Manajer Investasi untuk dibelikan efek (surat berharga) seperti saham, obligasi (surat utang), sertifikat deposito dll. Jadi kalau kita beli reksadana, kita ikut

KULIAH & CITA-CITA

Image
Big A di Darling Harbour, Sydney Seperti anak-anak lainnya, cita-cita Anindya berubah-ubah. Dulu dia ingin sekali menjadi astronomer. Waktu itu dia gandrung dengan sains dan matematika. Ketika kelas 1 di SD Marrickville West, dia sudah bisa mengerjakan soal-soal kelas 4. Tapi ya maklum aja sih, wong level matematika Ostrali lebih rendah daripada Indonesia, hehe. Lalu dia menemukan keasyikan di dunia buku. Memb aca adalah terapinya ketika adaptasi pindah ke Indonesia. Dia termasuk pembaca cepat, sehari bisa selesai satu novel. Gara-gara itu, dia bercita-cita ingin jadi penulis. Lama-lama, cita-cita Anindya bukan tentang profesi lagi, tapi apa yang ingin dia pelajari ketika kuliah nanti. Kelas 5 SD, dia ingin kuliah sastra di Universitas terbaik di dunia: Oxford. Cita-cita memang nggak boleh tanggung-tanggung ya. Dia waktu itu sedang gandrung dengan JRR Tolkien (dan Legolas :p). Semua fakta tentang Middle Earth dia lahap dari Wikipedia, sampai hafal silsilah dunia

Jurus Menulis dari Dee's Coaching Clinic Surabaya

Image
Gaya Dee di Coaching Clinic Surabaya Ketika tahu @bentangpustaka akan mengadakan Dee's Coaching Clinic di beberapa kota di Indonesia, saya langsung save the date yang di Surabaya. Makanya saya nyengir-nyengir bahagia ketika ada undangan dari Mbak Avee, bagian promosi Bentang. Ini 'pertemuan' keempat saya dengan Dee setelah roadshow Supernova di Jogja tahun 2001 (saya masih kuliah di UGM dan masih kurus), promosi Filosofi Kopi di Malang tahun 2006 dan ketika Dee diundang NSW Writer's Centre di Sydney tahun 2006. Sembilan tahun dan sembilan kilogram (saya, bukan Dee) kemudian saya mendapat kesempatan bertemu penulis idola saya ini lagi. Pertemuan kali ini paling intim dan paling memuaskan karena para pesertanya sudah 'satu perahu' di dunia kepenulisan, jadi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bermutu tinggi. Berikut catatan saya tentang ilmu yang saya dapat dari Dee's Coaching Clinic di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya, Minggu 29 Maret 2015.

MENGAJARI ANAK BERBELANJA

Image
Little A umur 4 tahun ketika minta dibelikan dress tutu yang (menurut kantong kami) mahal. Akhirnya tetap tidak kami belikan, meski rayuannya maut :D Mengajari anak menabung, semua orang sudah bisa. Tapi belum banyak yang secara sadar mengajari anak untuk membelanjakan uang. Kecil-kecil diajari shopping ? Iya, itu yang saya lakukan. Karena sudah 'mahir' shopping dan window shopping, anak-anak saya jarang sekali tantrum di toko karena tidak dibelikan ini itu. Berbelanja 'dengan benar' melatih beberapa ketrampilan sekalig us. Latihan belanja ini bisa diajarkan sejak kecil, ketika kita belanja bulanan di supermarket. Ini beberapa ketrampilan yang bisa dilatih: 1. Menganalisis kebutuhan Barang yang ingin dibeli, kebutuhan atau cuma keinginan? Misal anak ingin permen, jangan langsung bilang 'nggak boleh'. Tanyakan dulu kenapa pengen beli? Alasannya apa? Perlu banget nggak? *eh, ini berlaku untuk orang2 tua juga ya? hihihi* 2. Menunda keingina

MEMILAH SAMPAH

Image
Sampah daur ulang. Abaikan merk :p Saya belajar memilah sampah ketika tinggal di Sydney, tahun 2006. Nggak sukarela sih belajarnya. Pemkot sana mewajibkan setiap rumah tangga (penghuni rumah atau apartemen) untuk memilah sampah yang bisa didaur ulang. Sampah biasa ditaruh di tong sampah dengan tutup merah, sementara sampah yang bisa didaur ulang dibuang di tong sampah bertutup kuning. Tong merah diangkut truk sampah seminggu sekali, sementara tong kuning dikosongkan setiap dua minggu sekali. Pemkot mengkampanyekan dengan jelas apa yang bisa didaur ulang, termasuk kardus, botol beling, botol plastik, dll. Kalau ada barang-barang yang sebenarnya tidak bisa didaur ulang tapi dimasukkan ke tong kuning-misalnya tas kresek-tukang sampah tidak akan mau mengangkut sampah kita. Jadi yaa... terpaksa belajar. Lama-lama kami sekeluarga jadi terbiasa memilah sampah. Rasanya kok eman (sayang) kalau benda yang masih bisa dipakai hanya berakhir di TPA. Setelah pulang ke Surabaya,