di Indo udah ada kok. itu buku lumayan lama, malah seingatku sebelum five people you meet in heaven. kemarin barusan lihat film-nya, produksi Harpo. adaptasinya bagus.
What will you do in your day off? When you are able to take off your 'mother-hat' and your 'wife-hat' and simply become you. I have two days off every Thursday and Friday, when Didi goes to ChildCare. I always look forward to these days, imagining what I can do to indulge myself. However, as the day comes, I simply don't know what to do. Last week, I planned to have a luxurious bath with my Body Shop champagne-scent bubble bath, but then I realized that my bathtub was a bit leak. I wanted to go shopping, but I thought that shopping was included in a housewife's task (wasn't it?), so better not to do it in my day off. So, I enjoyed myself reading for hours (at that time: Burnt Toast - Teri Hatcher's Autobiography), then I put some more sentences to my forever-unfinished novel. After that I returned some books to the library and called my sister on the way home. Unfortunately, she's busy with her new band (or maybe a new boyfriend). Then I thought may...
Kiama adalah kota kecil sebelah selatan Sydney, bisa dicapai dengan dua jam naik mobil. Minggu lalu, mengawali liburan musim panas, kami sekeluarga jalan-jalan ke Kiama dan sekitarnya, bermobil dan menginap dua malam. Untuk menyenangkan anak-anak, kami singgah dulu ke Jamberoo Action Park, semacam waterbom di Bali atau Jakarta. Jamberoo bisa dicapai sekitar satu setengah jam naik mobil, melewati princess highway ke selatan Sydney. Pemandangan sepanjang perjalanan cukup lumayan, kami melewati hutan-hutan kecil dengan daun hijau, kuning dan coklat. Sampai di Albion Park kami masuk ke wilayah Jamberoo yang merupakan desa di perbukitan. Rumah-rumah penduduk dikelilingi oleh peternakan mereka. Tampak sapi-sapi gemuk merumput di padang, juga gulungan-gulungan jerami kering. Jarak antar satu rumah dengan rumah yang lain lumayan jauh, sekitar 500 meter atau lebih. Sekitar 15 menit melintasi desa Jamberoo, sampailah kami ke Jamberoo Action Park yang konon merupakan waterpark terbesar di...
What is your 'heaven'? Mine, is a life with a fast internet connection and an access to a good library. I have a wireless broadband at home, and access for thirty loans in Marrickville library and unlimited loans in Fisher library. What can I expect for more? A.K. (more heaven: Nino asks me for a coffee at starbucks and a walk to Kinokuniya next Tuesday. Argh, can't wait. Lalala...)
"Yay, I am the champion reader of this house." Setelah dihitung, ternyata Little A (8 tahun, kelas 3 SD) tahun lalu membaca 52 buku. Jumlah ini melebihi rekor kakaknya yang sanggup membaca 50 buku. "Kalau gitu, tahun ini aku baca 55 buku ah. Biar tetap ngalahin Kakak," katanya berbinar-binar. Karena Little A suka menggambar komik, kami belikan komik-komik KKPK (Next G) berbahasa Indonesia dan juga komik-komik berbahasa Inggris untuk referensi dia. Alhamdulillah nemu beberapa yang bagus di Big Bad Wolf Book Sale. "Tapi kamu harus tetap baca buku yang bukan komik lho, ya. Karena untuk membuat komik pun perlu ada story-nya," kata saya. Berkat ayahnya yang rajin membacakan chapter book (kumpulan cerpen atau novel panjang yang dibaca per bab) tiap malam, Little A jadi tertarik membaca novel yang ilustrasi atau gambarnya sedikit. Dia sudah merampungkan empat novel Roald Dahl tahun lalu, ditambah dua buku Lemony Snicket. Untuk buku-buku non fiksi, Little A suk...
Me with Melina Marchetta herself Novel Looking For Alibrandi adalah teenlit pertama yang saya baca, sekitar tahun 2004 ketika teenlit mulai booming di Indonesia. Novel ini sangat bagus, baik dari segi cerita maupun gaya penulisan. Tokoh utama dalam novel tersebut, Josie Alibrandi adalah gadis pemarah, karakternya ditulis dengan sangat hidup oleh Melina Marchetta (baca: Marketa). Saya langsung jatuh cinta pada novel ini dan pada penulisnya. Novel ini saya jadikan standar novel teenlit yang bagus, sehingga seringkali saya harus kecewa membaca novel-novel teenlit yang lain. Tidak berlebihan kalau kemarin saya senang luar biasa bisa ‘bertemu’ dengan Melina Marchetta herself . Melina merupakan tamu dalam talkshow yang diadakan dalam rangkaian Sydney Writers Festival 2010. Selain Melina, hadir juga David Levithan, penulis novel young adult (teenlit) bertema gay. Talkshow ini dipandu Judith Ridge, jurnalis ABC. Jauh-jauh hari sebelum acara ini saya sudah ‘pesan’ ke suami u...
Satu hal yang saya rindukan dari negara maju adalah fasilitas umumnya yang rapi, bersih, gratis dan tersedia di mana-mana. Seperti ketika kami mendarat di Sydney Airport, begitu keluar dari lorong Garuda, ada petugas setempat yang langsung menawarkan pram untuk membawa Ayesha. " Mam, if you need pram for your baby, you can get it at blah blah blah... " Saya cuma bilang terimakasih banyak. Saat itu saya menggendong Ayesha memakai gendongan koala alias bayi ada di depan. Menurut saya gendongan seperti ini yang paling nyaman untuk bepergian karena kedua tangan kita bebas untuk melakukan aktivitas lainnya, seperti menggandeng Kakak Anindya di tangan kanan dan membawa sesuatu di tangan kiri. Rasanya saya juga tidak butuh pram atau kereta dorong bayi karena nantinya masih harus mendorong trolley berisi tiga koper besar. Di airport, saya memutuskan untuk istirahat dulu di ruang perawatan bayi alias parents room . Di ruang ini tersedia ruang privat (ditutup korden maksudnya) un...
Kita belum 'resmi' berada di Sydney kalau belum ada foto di depan opera house atau Sydney Bridge. Minggu kemarin, 23 Juli, Nino, Didi, Irene (Nino's cousin) n I jalan2 lihat kota. Sejak kedatanganku hari Jumat minggu sebelumnya, aku dan Didi emang belum jalan-jalan ke kota. Kami baru jalan2 ke sekitar rumah dan ke Sydney Uni. Kebetulan Irene, sepupu Nino yang memang tinggal di Aussie ngajak kami jalan2. Pucuk dicinta ulam tiba. Irene jemput kami dengan mobil di Dulwich Hill, 30 menit dari kota. Kami meluncur ke kota. Didi dan aku terheran2 lihat gedung2 tinggi (hehehe, ndeso-nya keluar). Kami juga lewat jembatan yg terkenal itu loh. Didi was very excited. Kami ke apartemen Irine di North Sydney dulu untuk markir mobil. Whua, apartemen nya di pinggir laut, view dari atas keren bgt. Dari apartemen Irene kami jalan ke Mc Mahon Point untuk catch ferry ke Circular Quay. CQ ini dock yg ada opera house nya itu loh. Maksudnya ya cuma nyebrang bentar lewat bawah jembatan. Di Circula...
Syukurlah acara pergi ke dokter di sini enggak pakai was-was akan diperlakukan buruk, atau malah berakhir di penjara. Saya miris sekali membaca berita tentang Ibu Prita yang dipenjara gara-gara mengeluhkan buruknya layanan kesehatan yang diterimanya melalui surat elektronik pribadi. Saya tidak tahu apakah memang semua kejadian yang ditulis Ibu Prita benar, tapi tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Sangat mungkin keluhan dia benar mengingat kebiasaan kebanyakan orang Indonesia yang tidak protes kalau belum keterlaluan banget. Beda dengan orang sini yang sangat 'demanding'. Dokter-dokter yang ditulis Ibu Prita mungkin merasa sudah memperlakukan dia dengan baik. Mungkin sudah sesuai standar prosedur seperti biasanya. Tapi seperti apa sih standar pelayanan dokter di Indonesia? Apa mereka sudah mendengarkan pasien dengan baik? Apa mereka menjawab dan menjelaskan pertanyaan pasien? Apa mereka bersedia menjelaskan kegunaan obat yang diberikan? Apa mereka bersedia memberikan ...
Anindya mogok bicara. Beda dengan saya yang lega karena bisa ngomong tanpa mikir, anak saya malah bingung. Anindya juga langsung ngambek dan masuk kamar kalau kami tertawa-tawa ketika ngobrol menggunakan bahasa Indonesia bercampur Jawa. Dia merasa diabaikan karena tidak mengerti sama sekali apa yang kami bicarakan. Namun pelan-pelan, seiring dengan kosakata yang dia ambil dari sekolah, dia mulai berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Bahasanya masih campur-campur dengan aksen yang aneh, persis Cinta (dibaca: Cinca) Laura. Kami terpaksa menahan senyum kalau mendengar kata-kata ajaibnya. Sekarang Anindya sudah menggunakan bahasa Indonesia secara penuh. Jarang dia berbahasa Inggris kecuali pada Ayahnya. Agar kemampuan bahasa Inggrisnya tidak hilang, Ayahnya membacakan cerita dari buku-buku Enid Blyton sebelum tidur. Kami juga menyemangatinya untuk membaca sendiri buku-buku nya yang berbahasa Inggris. Seminggu belakangan ini Anindya rajin menulis buku harian dalam bahasa Indonesia. Dia m...
Tinggal di Sydney membuat saya kekurangan suplai bacaan bergizi, terutama novel-novel Indonesia terbaru. Memang sih, di sini saya bisa membaca novel-novel berbahasa Inggris terbaru. Tinggal pinjam di perpus, gratis. Saya mudah mendapatkan novel Stephenie Meyer setelah Twilight, buku fairytale terbaru JK Rowling, novel Gossip Girl dan lanjutannya: IT Girl. Saya juga punya koleksi diary Adrian Mole, Jodi Picoult dan Judy Blume. Saking banyaknya buku dan sedikitnya waktu, buku-buku dari perpus hanya numpang lewat saja di rak buku saya, mabuk pinjam dan dikembalikan lagi setelah tiga minggu. Bahkan saking kemaruknya saya pernah bawa pulang My Sister Keeper dari perpus, padahal saya sudah punya bukunya di rumah (hasil berburu dari Book Sale). Asyiknya, saya bisa 'belajar' bercerita dari novel-novel itu. Saya suka sekali gaya cerita Cecily von Ziegesar, penulis serial Gossip Girl (diterjemahkan nggak ya di Indo?). Ceritanya nakal sekali, tapi penulisnya pintar bertutur, membuat pemb...
Comments