di Indo udah ada kok. itu buku lumayan lama, malah seingatku sebelum five people you meet in heaven. kemarin barusan lihat film-nya, produksi Harpo. adaptasinya bagus.
Makan siang Diet Mayo hari pertama Beneran nih mau nyoba diet mayo? Sudah baca pengalaman saya di sini kan? Nggak usah takut, dietnya nggak nyiksa-nyiksa banget kok, seenggaknya buat saya. Menu diet mayo sudah ditentukan untuk 13 hari. Ada menu sampai hari ketujuh, lalu hari kedelapan menunya mengulang dari hari pertama. Kabar baiknya, menu diet mayo ini bisa diakali agar ada rasanya, asal tidak ditambahi garam. Bumbu-bumbu lain seperti bawang, bawang bombay, bawang merah, lada putih, lada hitam, cabe dan berbagai macam herba diperbolehkan. Tapi nggak boleh pakai kecap manis atau saus tomat botolan ya. Bahkan mentega pun boleh, asal yang tawar ( unsalted butter ). Untuk sarapannya gampang banget, biasanya secangkir kopi atau teh, dengan 1 sendok teh gula rendah kalori. Saya pakai gula Tropicana Slim. Di hari keempat ada tambahan 1 iris roti bakar. Saya pakai roti gandum utuh ( whole wheat bread ). Sarapan hari kelima agak susah, karena cuma 1 wortel besar mentah yang diparut da...
Semua setuju biaya layanan kesehatan mahal. Tapi tidak semua mau beli asuransi kesehatan. Padahal program asuransi ini sama seperti gotong royong, yang sehat ikut membantu biaya berobat yang sakit. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Ketika kita yang mendapat musibah, tidak perlu memikul sendirian. Saya mengajak kita semua yang masih sehat untuk ikut mendaftar program ini untuk jaga-jaga. Sedia payung sebelum hujan. Sudah lama suami saya mengingatkan untuk segera mendaftar BPJS-Kesehatan. "Bisa online kok," katanya. Tapi entah saya yang kurang beruntung atau karena koneksi internet kita yang memang kacrut (menteri-nya siapa?), saya selalu gagal membuka website BPJS ini. Baru tadi malam saya sukses mendaftar untuk sekeluarga, bayar di ATM dan langsung bisa mencetak sendiri kartunya. Berikut saya akan bagikan cara mendaftar keanggotaan BPJS Kesehatan untuk keluarga secara online. Mudah kok, bahkan kalau kita punya fasilitas salah satu mobile/internet banking dari BNI...
Orang sini biasanya meletakkan begitu saja barang-barang yang sudah tak terpakai lagi di depan rumah mereka. Kalau ada barang-barang yang ditaruh di luar pagar, berarti sudah milik umum, siapa saja boleh mengambil. Ketika kami pertama kali datang ke Sydney, kami sering sengaja jalan-jalan untuk 'memulung' barang-barang bekas. Banyak yang kondisinya masih bagus. Alhasil, apartemen kami waktu itu penuh dengan barang-barang temuan seperti rak DVD, meja lukis, boneka, bahkan kasur. Sekarang sih kami tidak begitu bernafsu untuk menjadi 'pemulung'. Maklum, sudah lebih tahu di mana bisa cari barang-barang bagus dengan harga murah. Tapi minggu kemarin saya melihat stroller bagus tergeletak begitu saja di pinggir jalan. Saya tidak tahan untuk tidak memungutnya (setelah tengok kanan kiri dan memastikan bahwa keadaan aman, hehehe). Masih bagus sekali, nyaris seperti baru. Stroller seperti ini kalau baru harganya sekitar $200 an. Saya sampai bingung menerka mengapa barang sebag...
Tadinya saya iseng ikut lomba Blog Writing Competition yang diadakan oleh Garuda Lovers Community . Saya sudah posting tulisan ini sebelum saya tahu ada lomba tersebut. Makanya, begitu tahu ada lomba, saya ikutkan saja tulisannya, kebetulan temanya cocok banget. Tadi barusan di-email Mama, katanya dapat surat ( yes, snail mail ) dari Garuda (dikirim ke alamat rumah di Malang), blog-ku menang juara dua. Hadiahnya tiket Garuda Jakarta - Balikpapan pp. Sayangnya, tiket ini tidak bisa dialihkan atau dijual. Waduh, sama juga bohong ya. Masak saya harus balik dulu ke Jakarta untuk bisa menikmati gratisan ke Balikpapan. Lagian, ngapain ke sana? Coba kalau hadiah bisa dialihkan atau ditukar, kan tidak terbuang sia-sia. Terus, kok bisa menang ya? Saya sendiri juga heran. Padahal saya nulisnya nggak bagus-bagusin Garuda loh. Atau mungkin karena saya jujur dan apa adanya ya? Hehehe. Masih nggak percaya nih, secara saya belum melihat dengan mata kepala sendiri bahwa saya menang lomba. Barusa...
Di Sydney University ada dua macam wisuda: yang beneran dan yang bohong-bohongan. Beruntung Nino bisa mengikuti wisuda yang beneran, asli. Biasanya, international student (siswa yang berasal dari luar Australia, baik yang mendapat beasiswa maupun yang bayar sendiri) langsung pulang kampung begitu studinya selesai. Padahal wisuda baru akan dilaksanakan kurang lebih 9 bulan (atau satu setengah semester setelah masa studi selesai. Karena itu, banyak dari mereka yang tidak dapat mengikuti wisuda (kecuali yang mampu beli tiket pp dari negara asal, khusus untuk menghadiri wisuda). Untuk mengobati kekecewaan para siswa yang tidak bisa mengikuiti wisuda, maka pihak Sydney Uni membuat semacam wisuda bohong-bohongan dengan istilah keren: homecoming seminar . Pada acara ini, para 'lulusan' boleh menyewa toga dan berfoto-foto bersama di Quadrangle (Gedung pusat Sydney Uni). Tak lupa, disediakan kue-kue dan minum-minum. Suami saya menyelesaikan studinya Agustus 2008. Selesai disini b...
Di Sydney dilarang tersesat. Di Indonesia sih gampang, kalau tersesat tinggal tanya penjual teh botol di pinggir jalan, atau tanya tukang tambal ban. Di sini, kalau nggak tahu jalan ya nggak bakalan bisa pulang. Kalau maksa nanya sama orang paling jawabannya, " Dunno Mate ." Itu sebabnya semua orang wajib memiliki peta jalan. Kalau ingin peta jalan yang komplit ya harus punya buku setebal buku telepon itu. Di sini, peta jalan diterbitkan dan diperbarui setiap tahun, jadi kalau ada pembangunan jalan atau fasilitas baru, langsung ketahuan di peta. Beda dengan peta jalan Surabaya terbitan Periplus tahun 2007 yang saya gunakan dulu. Nggak sama antara peta dan kenyataan. Kami pernah mencari alamat dengan menyusuri jalan di daerah Barata Jaya, eh, tiba-tiba jalannya menghilang, padahal di peta masih ada. Hem, salah strategi deh. Di Surabaya memang lebih manjur tanya tukang tambal ban daripada baca peta. Kalau males (atau nggak bisa) baca peta, bisa numpang tanya sama O...
Mata saya berbinar-binar dan jantung saya berdebar kencang begitu melihat spanduk 'Book Sale'. Marrickville Library Book Sale adalah event tahunan yang selalu kami tunggu-tunggu. Pasar buku seperti ini menjual buku-buku bekas yang tidak diinginkan oleh perpustakaan lagi. Tapi, buku bekas di sini masih bagus-bagus loh, dan tahun terbitnya juga banyak yang masih baru, bukan dari dekade yang lalu. Jangan dibayangkan buku-buku yang sudah menguning atau berdebu. Harganya super murah, bahkan kalau dibandingkan dengan buku-buku baru di Indonesia. Buku anak-anak, fiksi dan non-fiksi hanya 50 sen. Ini termasuk buku-buku ilmu pengetahuan serial Collins Eyewitness dan DK. Ada juga kamus bergambar, ensiklopedia dan tak ketinggalan serial Harry Potter. Buku-buku fiksi untuk dewasa dijual $1 dan buku non fiksinya masing-masing $2. Meskipun super murah, saya hanya membeli buku-buku must have dari pengarang favorit saja: Jodi Picoult, Candace Bushnell, Judy Blume, Enid Blyton, Sophie ...
Mungkin Tuhan lagi sayang sama saya. Atau mungkin sambungan Sydney-Surga sedang lancar sehingga doa saya terdengar. Musim panas kali ini Tuhan menghadiahi saya dengan Golden Key , yang dititipkan pada manajer promosi Sydney Olympic Park . Siapa yang nggak suka barang gratisan? Saya hobi banget ikutan kuis yang nggak pakai keluar uang. Bulan lalu saya ikutan kuis di website Sydney Olympic Park. Pertanyaannya sederhana: tuliskan apa yang ingin Anda lakukan di Sydney Olympic Park. Gampang kan? Iya, kalau nulisnya pakai bahasa Indonesia, hehehe. Tapi dasar saya tukang mengkhayal, saya mengirim cerita hipos banget (dengan grammar seadanya) dan mengirimkannya. Tiap selesai sholat saya berdoa sama Allah agar saya menang kuis itu (fyi, saya biasa minta apa saja sama Allah, terang-terangan nggak pakai malu-malu). Kenapa saya bela-belain berdoa? Soalnya hadiahnya bejibun, banyak banget. Ini dia ... (drum roll...) Tiket menonton tenis Medibank Internasional Tiket menonton pertandingan...
Asyik, akhirnya saya berhasil mendaftar sebagai anggota Lakemba Library . Seneng deh punya tempat main baru. Perpustakaan dijadiin tempat main? Nggak salah tuh? Jangan dibayangkan perpustakaan itu tempat yang dingin, lembab, penuh buku-buku tua berdebu dan dijaga oleh ' grumpy old woman '. Di sini, perpustakaan, meskipun tempatnya kecil (seluas minimarket Indomaret gitu deh), penuh dengan buku-buku baru, majalah glossy , koran dari berbagai bangsa, DVD, CD musik, internet gratis dan pojokan tempat main anak-anak. Gimana nggak asyik? Sejak pertama datang ke Lakemba, saya sudah berniat cepat-cepat mendaftar sebagai anggota perpustakaan. Syarat menjadi anggota sebenarnya gampang: 1. Photo ID (kartu identitas yang ada foto dirinya) dan 2. Proof of address (bukti kita tinggal di daerah situ). Untuk syarat pertama, saya bisa menggunakan paspor. Syarat kedua ini yang lumayan repot. Di sini, yang biasa digunakan sebagai bukti alamat adalah surat izin mengemudi (di sini nggak ad...
Dengan adanya teknologi e-paper, kami sekarang bisa baca Kompas cetak pagi-pagi, lebih dulu dari pelanggan di Indonesia. Asyiknya lagi, layanan ini gratis. Syaratnya tentu saja sambungan internet dengan kecepatan tinggi. Sambungan internet pita lebar kami saat ini mencapai 2.375 kpbs (barusan saya cek, mohon maaf kalau ada yang iri ^_^). Dengan kecepatan seperti itu dibutuhkan sekitar 30 detik untuk membuka setiap halaman koran. Sebelum ada e-paper, kami sudah lumayan puas mengintip berita tentang Indonesia di kanal-kanal berita online. Tapi, rasanya kok lebih mantap kalau membaca koran tradisional, halaman per halaman. Saya juga kangen membaca koran minggu dengan cerpen dan benny&mice -nya. Nino juga terpuaskan membaca opini dan mengkritik segala macam huru-hara politik. Sudah saya bilang agar dia memulai menulis blog, daripada hanya saya yang menjadi pendengar setia komentar-komentar cerdasnya, tapi ya, memang calon phD yang satu ini sibuk sekali . Saya tidak perlu kecewa...
Comments