Posts

From Kelinci To Cikelin

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman yang nanya: "Cikelin itu apaan sih, Mala?" Hehehe, emang sih banyak yang penasaran. Soal ini sebenarnya udah pernah kubahas di blog-ku yang dulu . Cuman gpp deh kutulis lagi. Cikelin itu dari kata kelinci. Kelinci => cikelin. Nama ini dikasih sama Antariksa waktu pertama kali aku bikin email. "Udah, pakai nama cikelin aja," begitu kata dia. Aku sih nurut aja, asal dibikinin email account (waktu itu masih gaptek banget, sekarang... masih gaptek juga... hehehe). Aku dipanggil cikelin karena gigi depanku mirip ama gigi kelinci (ini sih istilah halus biar gak ngatain mrongos or tonggos aja, hehehe). Aku emang bermasalah dengan gigi. Susunan gigiku enggak rapi, mungkin karena rahangku sempit. Tapi aku enggak takut ke dokter gigi (nino yang masih takut). Sejak aku masih SD, aku udah sering ke dokter gigi sendiri, di puskesmas. Biasanya sih aku berangkat naik angkot dari sekolah, biar biayanya gratis dan sekalian bisa bolos, h...

My Baby Troy!

Image
Aku udah rinduuuu banget pengin ngelihat “anakku” yang satu ini. Tau gak sih gimana rasanya ngelahirin, tapi enggak bisa ngelihat langsung wajahnya. Penasaran banget kan? Di hari kedua terbit, aku cuman dapet laporan dari temen di Jakarta, Jogja dan Medan kalau novelku udah ada di toko buku. Jumat kemaren, aku sengaja mampir ke TB Gramedia Matos. Perhitunganku, novelku udah nyampe di sini. Kebangetan deh kalau belum. Tgl 22 terbit, tgl 23 sampai ke Malang, tgl 24 mestinya udah di-display. Jrreeeennnggg!!! Udah ada! Aku melihat Troy di bagian buku baru, duduk manis, bersanding dengan novel Rahasia Bintang punya Dyan Nuranindya. Aaarrgghh, kenapa novelku barengan terbitnya sama Dyan si penulis best seller itu? Ih, jadi minder… Pertama kali ngelihat, ehm, covernya bagus. Emang sih, aku udah pernah ngelihat file-nya, tapi yang ini beda, tampak lebih gedhe gitu. Mantab banget deh. Ternyata reaksi pertamaku nggak seheboh waktu novel pertamaku (I’M SOMEBODY ELSE – KataKita, 2005) keluar dulu...

Surat Perjalanan, Perjalanan Surat

Image
Fiuh, akhirnya kami punya paspor juga. Setelah melewati perjuangan panjang, lama dan melelahkan (hipos!), akhirnya 3 buku kecil bersampul hijau bergambar burung itu ada di tangan kami. Pertamanya, kami mau ngurus paspor lewat calo (bahasa halusnya: biro jasa), karena ngeri sama prosedur yg berbelit dan petugas yang tdk ramah (bayangan kami waktu itu yang terbukti benar). Aku nelpon Mr.G, a well known calo in Malang. Dia bilang harga paspor Rp 450 ribu each. "Syarat-syaratnya KTP, KK, Surat Nikah, Ijazah, Akte Lahir, SBKRI, Surat Ganti Nama." Aku bilang aku orang Jawa. "Oh, kalau Indonesia Asli ndak perlu SBKRI." Hem... emangnya ada orang Indonesia palsu? Trus aku konfirm ke temenku yg barusan ngurus paspor buat umroh. Dia malah kena Rp 750 ribu each. Hah? Berarti 450 udah murah dong. Tapi, masih kata teman saya, kalau ngurus sendiri malah cuma 300 ribuan. Oh, ya udah kalau gitu aku mau nyoba ngurus sendiri. Dengan gagah berani aku ke kantor imigrasi. Dengan pede aku...

Kana di Negeri Kiwi

Image
Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Teens Author: Rosemary Kesauly Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2005 Membaca bab pertama novel ini aku langsung syok berat. Serius nih, yang nulis orang Indonesia? Terus aku baca lagi Tentang Pengarang. Oh, emang bener, Rosemary itu Indonesia asli, lulusan Sanata Darma Jogja. Bukannya aku ngeremehin penulis Indonesia loh. Cuman, sebelum baca novel Mary ini, aku belum pernah nemuin teenlit Indonesia sedahsyat ini. Pantesan aja novel ini jadi Juara 1 Lomba Teenlit Writer yang diadain GPU. Wah, kalok juara satunya kayak gini, aku jadi ‘lega’. Sumpah, bab pembuka yang ditulis Mary keren banget. Cerita dalam bab pertama ini memang ‘tidak penting’ dan bukan awal dari cerita keseluruhan, namun dengan membacanya, orang akan langsung terjerat untuk masuk dalam novel. Bikin penasaran banget. Pembukaannya semacam teaser dalam film-film gitu deh. [teaser = cuplikan adegan seru yang sebenarnya enggak masuk dalam cerita utama, dijadikan pembuka film ...

Hey Conchita! Cinta Gelo

Image
Rating: ★ Category: Books Genre: Teens Author: Marthino Andries Penerbit: KataKita Publishing House Tahun terbit: 2005 Aku beli novel ini karena berharap, ceritanya bisa se-menghibur novel pertamanya. Iyalah, semua orang juga berharap begitu pada sekuel, entah film atau novel. Ternyata aku harus kecewa berat. Sekuel Hey Conchita yang ini enggak selucu novel pertamanya. Malah, beberapa guyonannya terkesan maksa. Ceritanya masih tentang Conchita (iyalah, namanya juga sekuel). Kali ini dia enggak ngebajak bis kota, melainkan metro mini (tuh kan, maksa!). Terus, terus… males ah ngelanjutin. Para pembaca novel pertama Hey Conchita pasti kecewa berat sama novel pemaksaan ini. Mendingan Marthino nulis cerita yang lain aja deh, jangan sampai ada Hey Conchita ketiga yang lebih enggak lucu. A.K. (gelo banget - kecewa)

Summer Triangle

Image
Rating: ★★★ Category: Books Genre: Teens Author: Hara Hope Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2005 Tebal: 178 halaman Spoiler Alert!!! Terus terang aku enggak suka sama covernya. Gelap euy! Ini satu-satunya cover teenlit yang pakai warna hitam (kata sebuah sumber yang bisa dipercaya, Hara memang maksa untuk pakai warna hitam). Mungkin maksudnya pengen ngegambarin langit malam yang penuh bintang. Sayang maksud itu nggak kesampaian. Ceritanya sendiri puitis, romantis, filosofis sekaligus tragis. Coba baca yang ini: “Saat kamu menatap langit di malam musim kering, pandanglah langit utara, temukan tiga bintang yang membentuk segitiga, lalu dengar kisahnya. Kamu akan menemukan aku, teman-temanku, juga Orfeus yang kucintai.” Aarrgghh… kata-katanya keren! Dapat wangsit dari mana, Hara? Tapi aku ‘terganggu’ sama guyonan-guyonan Hara ketika membaca bab-bab awal. Hara bagus banget kalau nyeritain hal-hal romantis kayak malam penuh bintang atau legenda Yunani. Tapi guyonan kamu merusa...

My Friends My Dreams

Image
Rating: ★★★ Category: Books Genre: Teens Author: Ken Terate Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2005 Inilah teenlit rasa orange juice: seger banget! Enggak salah sih kalau teenlit ini dibilang seger banget. Ceritanya tentang tiga orang yang berbeda banget karakternya, yang kemudian sobatan: 1. Marcella: cewek cantik dari Jakarta, yang sebel karena harus pindah ke Jogja yang ‘ndeso’ banget. 2. Joy, yang memilih Jogja sebagai tempat pelariannya dari masalah perceraian ortunya. 3. Wening, cewek kuper dan penyakitan dari Gunung Kidul yang ke Jogja dengan sejuta impian. Masing-masing punya impian, dan berusaha untuk meraih impian itu. Ceritanya khas remaja banget, ada adegan pajamas party, dekor kamar, make over, dll. Anything that you can read from girl’s magazines. Untung deh enggak ada adegan genk kakak-kakak kelas centil dan rese atau cowok super ganteng pindahan dari manaaaa gitu. Yang unik dari teenlit ini adalah sudut pandang yang dipakai penulisnya. Ken menulis menggunaka...