Posts

Blog Saya Menang Lomba? Masak Sih?

Tadinya saya iseng ikut lomba Blog Writing Competition yang diadakan oleh Garuda Lovers Community . Saya sudah posting tulisan ini sebelum saya tahu ada lomba tersebut. Makanya, begitu tahu ada lomba, saya ikutkan saja tulisannya, kebetulan temanya cocok banget. Tadi barusan di-email Mama, katanya dapat surat ( yes, snail mail ) dari Garuda (dikirim ke alamat rumah di Malang), blog-ku menang juara dua. Hadiahnya tiket Garuda Jakarta - Balikpapan pp. Sayangnya, tiket ini tidak bisa dialihkan atau dijual. Waduh, sama juga bohong ya. Masak saya harus balik dulu ke Jakarta untuk bisa menikmati gratisan ke Balikpapan. Lagian, ngapain ke sana? Coba kalau hadiah bisa dialihkan atau ditukar, kan tidak terbuang sia-sia. Terus, kok bisa menang ya? Saya sendiri juga heran. Padahal saya nulisnya nggak bagus-bagusin Garuda loh. Atau mungkin karena saya jujur dan apa adanya ya? Hehehe. Masih nggak percaya nih, secara saya belum melihat dengan mata kepala sendiri bahwa saya menang lomba. Barusa...

Lakemba Library

Image
Asyik, akhirnya saya berhasil mendaftar sebagai anggota Lakemba Library . Seneng deh punya tempat main baru. Perpustakaan dijadiin tempat main? Nggak salah tuh? Jangan dibayangkan perpustakaan itu tempat yang dingin, lembab, penuh buku-buku tua berdebu dan dijaga oleh ' grumpy old woman '. Di sini, perpustakaan, meskipun tempatnya kecil (seluas minimarket Indomaret gitu deh), penuh dengan buku-buku baru, majalah glossy , koran dari berbagai bangsa, DVD, CD musik, internet gratis dan pojokan tempat main anak-anak. Gimana nggak asyik? Sejak pertama datang ke Lakemba, saya sudah berniat cepat-cepat mendaftar sebagai anggota perpustakaan. Syarat menjadi anggota sebenarnya gampang: 1. Photo ID (kartu identitas yang ada foto dirinya) dan 2. Proof of address (bukti kita tinggal di daerah situ). Untuk syarat pertama, saya bisa menggunakan paspor. Syarat kedua ini yang lumayan repot. Di sini, yang biasa digunakan sebagai bukti alamat adalah surat izin mengemudi (di sini nggak ad...

Hampden Road Reserve

Image
Enaknya tinggal di Sydney, ada taman bermain di tiap RW-nya. Bukannya ada RW beneran, tapi di tiap blok perumahan pasti ada fasilitas tamannya. Asyiknya, taman-taman ini luas, bersih dan gratis. Ada bermacam-macam taman di sini, antara lain taman bermain (playground), taman untuk berolahraga (ada lapangan olahraganya dong...), taman untuk barbekyu, atau sekedar taman rumput doang. Taman bermain yang paling dekat dengan apartemen kami adalah Hampden Road Reserve, jaraknya 6 menit jalan. Luasnya kira-kira setengah lapangan sepak bola. Di tengah-tengah ada satu set permainan anak-anak: ayunan, perosotan dan anjut-anjutan. Di samping mainan anak-anak, ada satu bidang tanah lapang yang cocok untuk main bulu tangkis (cuman nggak ada tiang untuk net). Taman juga selalu dilengkapi bangku-bangku taman dan pancuran air untuk minum. Tiap sore, taman ini ramai sekali anak-anak bermain, maklumlah pemukiman padat anak. Kalau sudah ramai begini biasanya Anindya ogah bermain, mungkin malas harus menan...

BLT

Ternyata pembagian BLT nggak cuma ada di Indonesia saja. Di Australia sini juga ada, istilahnya stimulus package . Pertama kali saya baca Kevin Rudd mau bagi-bagi uang tunai dari berita ini . Tapi waktu itu saya cuek-cuek saja, karena saya pikir nggak akan kebagian, lha wong saya di sini cuma numpang tinggal, bukan penduduk tetap ( permanent resident ) atau warga negara. Baru setelah saya cek rekening, kok ada tambahan handsome amount of money dari Kang ATO ( Australian Taxation Office ). Rupanya saya dan Nino termasuk golongan pekerja yang berhak mendapatkan BLT ala Aussie ini. Tahun kemarin saya memang sempat kerja di bidang ritel, menjadi supervisor supermarket. Uang pajak yang saya bayarkan tahun lalu inilah yang dikembalikan lagi ke saya. Jumlahnya lumayan. Kalau dihitung-hitung bisa beli beras setengah ton (ehem). Beda sama BLT di Indo yang mungkin cuma cukup untuk makan sepuluh hari. Apa sih sebenarnya tujuan pembagian uang ini? Saya nggak tahu kalau di Indonesia, tapi ...

Harness

Image
Siapa sih yang suka diikat-ikat? Orang (dan bayi) normal pasti enggak seneng kalau nggak bisa bebas bergerak. Begitu juga Ayesha. Di NSW, masalah keselamatan sangat diperhatikan. Makanya peraturan tentang safety benar-benar strict . Di mobil, semua penumpang wajib menggunakan sabuk pengaman, baik yang di depan maupun yang di belakang. Sementara untuk anak-anak, mulai dari bayi baru lahir sampai usia 6 tahun, wajib menggunakan kursi mobil khusus. Kursi ini didesain untuk menyesuaikan sabuk pengaman dengan ukuran tubuh anak-anak. Ketika pertama kali naik taksi dari bandara, kami menggunakan taksi khusus yang ada kursi bayinya. Ayesha (10 bulan) tidak suka duduk di kursi bayi dan menangis sepanjang perjalanan. Repotnya, saya tidak bisa menenangkannya dengan memangku atau menggendong. Di sini, rules are rules , daripada ditilang sama Ranger . Mungkin Ayesha merasa tidak nyaman karena di Indonesia terbiasa duduk dipangku, atau duduk sendiri atau malah berdiri sambil lihat pemandangan di b...

Numpang Tanya

Image
Di Sydney dilarang tersesat. Di Indonesia sih gampang, kalau tersesat tinggal tanya penjual teh botol di pinggir jalan, atau tanya tukang tambal ban. Di sini, kalau nggak tahu jalan ya nggak bakalan bisa pulang. Kalau maksa nanya sama orang paling jawabannya, " Dunno Mate ." Itu sebabnya semua orang wajib memiliki peta jalan. Kalau ingin peta jalan yang komplit ya harus punya buku setebal buku telepon itu. Di sini, peta jalan diterbitkan dan diperbarui setiap tahun, jadi kalau ada pembangunan jalan atau fasilitas baru, langsung ketahuan di peta. Beda dengan peta jalan Surabaya terbitan Periplus tahun 2007 yang saya gunakan dulu. Nggak sama antara peta dan kenyataan. Kami pernah mencari alamat dengan menyusuri jalan di daerah Barata Jaya, eh, tiba-tiba jalannya menghilang, padahal di peta masih ada. Hem, salah strategi deh. Di Surabaya memang lebih manjur tanya tukang tambal ban daripada baca peta. Kalau males (atau nggak bisa) baca peta, bisa numpang tanya sama O...

Ternyata Enak Juga Punya Mobil

Akhirnya kami tidak tahan untuk tidak beli mobil. Dua tahun pertama kami tinggal di Sydney, rasanya naik kendaraan umum oke-oke saja, murah dan bisa nyampai ke mana-mana. Waktu tinggal di Dulwich Hill dan Marrickville, ke pusat pertokoan, ke bus stop dan ke stasiun dekat banget, tinggal jalan 5 - 10 menit. Tapi di Lakemba? rasanya memang wajib beli mobil. Jarak ke stasiun dan pertokoan kecil-kecil memang 'hanya' 15 menit jalan, tapi rasanya jadi jauuuh sekali kalau misalnya malam-malam kami mendadak perlu beli sesuatu karena stok habis, seperti bawang putih, gula, atau tolak angin. Mau keluar rumah rasanya beraaat banget. Saya mending minum teh tanpa gula atau memasak tanpa bawang putih daripada harus jalan kaki (lagi) setengah jam. Nino mulai berburu mobil sejak dua minggu lalu di sini dan di sini . Kami mengincar sedan kecil atau hatchback dengan empat pintu biar anak-anak gampang keluar masuk. Akhirnya Nino mendapat best deal sedan Toyota Camry otomatis tahun 1997 s...