Posts

Showing posts with the label nindi

Ada Apa Dengan Ayesha?

Image
Pada hari ulang tahun Ayesha yang pertama, Nino menyelamati saya karena telah sukses memberi ASI untuk Ayesha selama setahun penuh. Saya memberinya ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan tetap memberi ASI tanpa campuran susu formula sampai sekarang. Tantangan membesarkan anak di sini terasa lebih berat karena tidak ada dukungan dari keluarga dan tidak ada pembantu, namun sisi baiknya adalah dukungan pemberian ASI jauh lebih baik daripada di Indonesia. Di sini, sejak lahir, Ayesha sudah langsung diberikan ke saya untuk disusui. Satu jam pertama, dalam balutan selimut, Ayesha sudah berusaha mencari sendiri puting susu ibunya. Selanjutnya, bayi tetap dirawat dalam satu ruang dengan ibunya. Perawat hanya sesekali datang kalau dibutuhkan, termasuk memberi tahu cara menyusui yang benar. Beda sekali dengan pengalaman saya melahirkan Anindya di Yogyakarta. Setelah melahirkan, setiap sore bayi Anindya dibawa oleh perawat dan baru dikembalikan esok paginya, begitu selama tiga hari s...

Mengintip Sekolah Anindya

Image
Hari ini ada open house di sekolah Anindya (7 tahun), berikut pameran karya seni dan parents brunch . Acara open house semacam ini memberi kesempatan pada orang tua murid untuk melihat kegiatan belajar mengajar di kelas. Tentu saja kesempatan seperti ini tidak kami lewatkan. Sebelum mengintip ruang kelas, kami melihat-lihat pameran karya seni murid-murid Hampden Park Public School (HPPS). Setiap siswa menampilkan satu karya mereka, entah itu lukisan, kolase, sketsa, gambar atau karya seni rupa yang lain. Tiap kelas mempunyai tema tersendiri. Tema kelas Anindya adalah membuat lukisan vas bunga. Hasil kreativitas anak-anak usia SD ini sungguh mengagumkan. Mereka tidak takut untuk mengeluarkan ide mereka dalam bentuk karya. Beberapa kelas mengambil tema Picasso. Dari tema Picasso saya menjumpai karya sketsa dan kolase yang unik. Mungkin tema Picasso ini cocok untuk anak-anak karena mereka tidak terintimidasi untuk membuat lukisan atau karya yang "indah" dan "sempur...

Mother's Day

Image
Di Australia, hari ibu diperingati setiap minggu kedua bulan Mei. Hari Minggu yang lalu, Anindya bangun pagi-pagi untuk memberi kejutan hari ibu untuk saya. Saya mendapat kartu di dalam piring kertas cantik dan magnetic note untuk ditempel di kulkas. Wah, cocok sekali dengan profesi saya sekarang sebagai penulis daftar belanja mingguan, hehehe. Anindya membuat kartu dan membeli hadiah ini di sekolah. Kartunya berbunyi seperti ini: " Dear Mum. Thak you for yor help. I want to have a caravan do you mum? I like what you treat me. I have a give for you in the box ." Soooo sweet I wanna cry. Oh, about the caravan, I'll tell you later . Di sini, perayaan hari ibu lebih personal. Setiap orang mengucapkan selamat hari ibu dan memberi hadiah kepada ibu masing-masing. Tradisi memberi hadiah kepada ibu di hari ibu ini seperti tradisi memberi hadiah natal. Bisa ditebak, toko-toko di Mal berlomba memberi diskon dan harga spesial untuk produk-produk wanita. Begitu juga toko bung...

Televisi untuk Anindya

Saya dan Nino bukan penggemar televisi. Buktinya, sewaktu tinggal di Marrickville (2007 - 2008), hidup kami baik-baik saja dengan televisi ber-antena rusak. Tidak ada yang berniat memperbaiki atau membeli yang baru. Tapi kadang kami perlu televisi untuk hiburan bagi Anindya (7 tahun), yang cepat sekali bosan meskipun sudah punya nintendo wii, puluhan DVD dan seorang adik. Untungnya, di sini mudah menemukan siaran bermutu untuk anak-anak. Misalnya ABC, televisi pemerintah, mempunyai program ABC Kids yang tayang pagi, jam 6 - 10, dan sore jam 3 - 5.30. Program-program yang ada di sini antara lain Bananas in Pyjamas, Play School, The Wiggles Show, In The Night Garden (favorit Ayesha) dan Shaun The Sheep (favorit saya). Bagusnya, tayangan di ABC tanpa iklan sama sekali. Di luar jam tersebut biasanya Anindya tidak menonton TV. Atau, kalaupun menonton, harus program yang klasifikasinya G (general) atau PG (parental guidance). Tentu saja untuk program yang kedua, orang tuanya harus...

Hampden Road Reserve

Image
Enaknya tinggal di Sydney, ada taman bermain di tiap RW-nya. Bukannya ada RW beneran, tapi di tiap blok perumahan pasti ada fasilitas tamannya. Asyiknya, taman-taman ini luas, bersih dan gratis. Ada bermacam-macam taman di sini, antara lain taman bermain (playground), taman untuk berolahraga (ada lapangan olahraganya dong...), taman untuk barbekyu, atau sekedar taman rumput doang. Taman bermain yang paling dekat dengan apartemen kami adalah Hampden Road Reserve, jaraknya 6 menit jalan. Luasnya kira-kira setengah lapangan sepak bola. Di tengah-tengah ada satu set permainan anak-anak: ayunan, perosotan dan anjut-anjutan. Di samping mainan anak-anak, ada satu bidang tanah lapang yang cocok untuk main bulu tangkis (cuman nggak ada tiang untuk net). Taman juga selalu dilengkapi bangku-bangku taman dan pancuran air untuk minum. Tiap sore, taman ini ramai sekali anak-anak bermain, maklumlah pemukiman padat anak. Kalau sudah ramai begini biasanya Anindya ogah bermain, mungkin malas harus menan...

Hampden Park Public School

Image
Anindya (7 tahun) masuk sekolah lagi minggu ini, dimulai hari Senin yang lalu. Menurut aturan DET ( Department of Education and Training ) New South Wales , kami harus mendaftar di sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggal. Ini kalau mau sekolah gratis di sekolah negeri loh. Kalau mau sekolah di swasta, silahkan pilih sekolahnya, jauh juga boleh, asal kuat bayarnya. Mengurus surat-surat untuk sekolah dasar di sini tidak terlalu sulit. Pertama, anak usia sekolah (5 - 15 tahun) harus mendapat surat konfirmasi pendaftaran dari DET. Komunikasi dengan DET bisa dilakukan via email (iyalah, hari gini...). Formulir pendaftaran juga bisa diunduh dari website DET . Surat konfirmasi pendaftaran ini adalah salah satu syarat untuk mendapatkan visa. Dulu kami mengurus surat ini ketika masih berada di Indonesia. Persyaratan lainnya adalah sudah membayar uang sekolah sebesar AUD 4500 untuk satu tahun. Ini untuk siswa internasional yang umum. Anindya bisa gratis karena Ayahnya adalah pemegan...

Becek Nggak Ada Ojek

Image
Anindya mogok bicara. Beda dengan saya yang lega karena bisa ngomong tanpa mikir, anak saya malah bingung. Anindya juga langsung ngambek dan masuk kamar kalau kami tertawa-tawa ketika ngobrol menggunakan bahasa Indonesia bercampur Jawa. Dia merasa diabaikan karena tidak mengerti sama sekali apa yang kami bicarakan. Namun pelan-pelan, seiring dengan kosakata yang dia ambil dari sekolah, dia mulai berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Bahasanya masih campur-campur dengan aksen yang aneh, persis Cinta (dibaca: Cinca) Laura. Kami terpaksa menahan senyum kalau mendengar kata-kata ajaibnya. Sekarang Anindya sudah menggunakan bahasa Indonesia secara penuh. Jarang dia berbahasa Inggris kecuali pada Ayahnya. Agar kemampuan bahasa Inggrisnya tidak hilang, Ayahnya membacakan cerita dari buku-buku Enid Blyton sebelum tidur. Kami juga menyemangatinya untuk membaca sendiri buku-buku nya yang berbahasa Inggris. Seminggu belakangan ini Anindya rajin menulis buku harian dalam bahasa Indonesia. Dia m...

Nindipong's Birthday

Image
My daughter, Nindipong, turned five yesterday. I've just realized that a daughter's birthday means a giving birth's anniversary for the mom. My min d went back to 5 years ago at PKU Muhammadiyah Yogyakarta when I struggled to deliver this baby. Paintful but sweet memory. We arranged a birthday party at our apartment. We invited Nindi's friends around Marrickville area, which were all Indonesian. Nindi was very excited for her party. It made me worried that she would cry at the day because she's too excited. She did at her fourth birthday party a year ago. She cried aloud when all the attention went to her, when everybody sang a birthday song. But I was wrong. She was happy and bright. She even performed to entertain the guests. She did some circuss on the sofa. Well done, Darling. Happy Birthday to you, keep shining, keep becoming our qurrata a'yun. A.K.

'Please don't write about me again, Mommy!'

Image
My mom emailed me the file of my published-in-KOMPAS short story yesterday. Nindi was curious to see the page with cute illustration. "What is that, Mommy?" "This is mommy's short story, appeared in newspaper. Let me read it for you." Then I read the story for her. I wrote this about 9 months ago (I forget the exact date as I don't have the original file). This story is about Nindi sucking her thumb. It is based in a true story but I modified some parts. At first, Nindi enjoyed the story. But then when I finished reading, she puckered up her lip. "Mommy, why do you write story about me? Everybody will know..." She was upset. Oh, Dear. I tried to explain to her that it was just a story. "Please don't write about me again, Mommy. Don't write that I like playing doctor. Mbak Nina will know that I don't like being the patient. I just like being the doctor. You promise?" I said nothing but hug her. A.K. in the picture: Nindi when s...

"How to make a baby, Mommy?"

Image
"How to make a baby, Mommy?" Finally, my dear Nindi (4.5 year-old) asked me that question. A question that made me red in face. She asked me because she desperately wanted to have a little sister/brother. I knew she would ask this, but I wasn't ready yet. And my abrupt answer was: "Why don't you ask your Daddy, Dear?" Hehehe, menghindar dari tanggung jawab. But her Daddy wasn't ready either. He said, "Well, that's a hard question, Darling. Let Daddy thinks first. I'll let you know if Daddy gets the answer." The next day, she asked me the same question. And I kept telling her that Daddy knew the answer. Then she said, "Tapi kan adek bayi itu ada di perutnya Mama. Kenapa kok harus tanya Ayah? Kan kalau mau bikin adek bayi nggak perlu sama Ayah?" *gubrag* Finally, Nino found a good book about that in his campus book fair. A "Where Did I Come From?" book by Peter Mayle for one buck. It's really a-biology-lesson-book...

Apple Juice

Image
Apple-juice is Nindi's first word after five days silence at school. She answered when the teacher asked her: what would you like to drink? She finally dares to speak up. I'm proud of her. A.K.

A 4-year-old survivor

Image
It must be uneasy for my 4-year-old daughter to adapt in Sydney. The weather is different, the people is different, the language is different.No friends yet, just w/ me and Nino. Nindi started her school in a Childcare near Sydney University last week. She looked forward to attending school since she's bored w/ me and nino(perhaps). First day at school, she survived. We dropped her at 10 am and picked her up at 3 pm. Yeah, my girl had that guts. It was Nino that seemed so worried. (FYI, Nino is more a worrier than a warrior, hehehe). Nindi started to make friend w/ a Chinese girl. Nindi had a lot of stories to share from her frist day at school. She told me: "Mama, tadi itu teachernya bilang 'lemon tea, lemon tea!' Terus murid2nya disuruh duduk. Tapi kok kita dikasih susu, padahal bilangnya lemon tea?" Well, it was Morning Tea actually, instead of Lemon Tea. But I tried hard not to laugh on her.  The second day was worse. Nindi said she's crying because it see...

The Jacket Game

My dear Nindipong (4-year-old girl) is addicted to her left hand jempol. Tapi, dia kenyotnya cuman kalau ada jaket pink bergambar jerapah yang menemaninya. No jacket, no kenyot! Kalau sampai kelupaan bawa jaket pas bepergian, atau pas jaketnya dicuci, wah, repot banget. Nggak ada substitusinya. Dengan jaket pink-nya itu, kami sekeluarga punya permainan. Game ini tidak sengaja kami temukan. Setelah selesai dinner, biasanya Nino, Nindi n I maen2 di kamar. Biasanya kami main game pukul2an ala PUCCA pakai bantal. Entah siapa yang memulai, kami suka dengan game lempar jaket ini. Here is the rule: 1. Lipat jaket menjadi bulatan seperti bola 2. Sebutkan pertanyaan (positif) untuk peserta game 3. Lempar jaket ke orang yang dimaksud Here we go... Giliran Nindi yang pegang jaket: "Siapa yaaaannng... (dia senyum2) kalau pulang sering memberi kejutan?" Nindi lempar Jaket ke Nino. FYI, setiap pulang naik bus dari Surabaya ke Malang, Nino selalu menyempatkan membeli stiker (atau mainan2 mu...