Semua setuju biaya layanan kesehatan mahal. Tapi tidak semua mau beli asuransi kesehatan. Padahal program asuransi ini sama seperti gotong royong, yang sehat ikut membantu biaya berobat yang sakit. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Ketika kita yang mendapat musibah, tidak perlu memikul sendirian. Saya mengajak kita semua yang masih sehat untuk ikut mendaftar program ini untuk jaga-jaga. Sedia payung sebelum hujan. Sudah lama suami saya mengingatkan untuk segera mendaftar BPJS-Kesehatan. "Bisa online kok," katanya. Tapi entah saya yang kurang beruntung atau karena koneksi internet kita yang memang kacrut (menteri-nya siapa?), saya selalu gagal membuka website BPJS ini. Baru tadi malam saya sukses mendaftar untuk sekeluarga, bayar di ATM dan langsung bisa mencetak sendiri kartunya. Berikut saya akan bagikan cara mendaftar keanggotaan BPJS Kesehatan untuk keluarga secara online. Mudah kok, bahkan kalau kita punya fasilitas salah satu mobile/internet banking dari BNI...
Asyik, akhirnya saya berhasil mendaftar sebagai anggota Lakemba Library . Seneng deh punya tempat main baru. Perpustakaan dijadiin tempat main? Nggak salah tuh? Jangan dibayangkan perpustakaan itu tempat yang dingin, lembab, penuh buku-buku tua berdebu dan dijaga oleh ' grumpy old woman '. Di sini, perpustakaan, meskipun tempatnya kecil (seluas minimarket Indomaret gitu deh), penuh dengan buku-buku baru, majalah glossy , koran dari berbagai bangsa, DVD, CD musik, internet gratis dan pojokan tempat main anak-anak. Gimana nggak asyik? Sejak pertama datang ke Lakemba, saya sudah berniat cepat-cepat mendaftar sebagai anggota perpustakaan. Syarat menjadi anggota sebenarnya gampang: 1. Photo ID (kartu identitas yang ada foto dirinya) dan 2. Proof of address (bukti kita tinggal di daerah situ). Untuk syarat pertama, saya bisa menggunakan paspor. Syarat kedua ini yang lumayan repot. Di sini, yang biasa digunakan sebagai bukti alamat adalah surat izin mengemudi (di sini nggak ad...
Mungkin Tuhan lagi sayang sama saya. Atau mungkin sambungan Sydney-Surga sedang lancar sehingga doa saya terdengar. Musim panas kali ini Tuhan menghadiahi saya dengan Golden Key , yang dititipkan pada manajer promosi Sydney Olympic Park . Siapa yang nggak suka barang gratisan? Saya hobi banget ikutan kuis yang nggak pakai keluar uang. Bulan lalu saya ikutan kuis di website Sydney Olympic Park. Pertanyaannya sederhana: tuliskan apa yang ingin Anda lakukan di Sydney Olympic Park. Gampang kan? Iya, kalau nulisnya pakai bahasa Indonesia, hehehe. Tapi dasar saya tukang mengkhayal, saya mengirim cerita hipos banget (dengan grammar seadanya) dan mengirimkannya. Tiap selesai sholat saya berdoa sama Allah agar saya menang kuis itu (fyi, saya biasa minta apa saja sama Allah, terang-terangan nggak pakai malu-malu). Kenapa saya bela-belain berdoa? Soalnya hadiahnya bejibun, banyak banget. Ini dia ... (drum roll...) Tiket menonton tenis Medibank Internasional Tiket menonton pertandingan...
Rekor baru: dalam dua minggu, saya sudah berkenalan dengan tetangga-tetangga satu apartemen. Lazimnya, orang sini tidak begitu peduli dengan tetangga sebelah. Masing-masing sibuk dengan urusan sendiri. Paling-paling saling tersenyum dan menyapa, " Hi, how are you ," kalau bertemu di depan pintu utama apartemen atau di tempat parkir mobil. Mungkin kalau ketemunya di tempat lain bakalan nggak tahu kalau orang ini tetangga satu apartemen. Dulu saya juga begitu. Ketika tinggal di Dulwich Hill, apartemen kami dibagi menjadi 12 unit. Saya hanya tahu satu orang yang tinggal di atas unit saya, karena dia mempunyai kucing yang kadang ikut masuk kalau saya buka pintu. Di Marrickville, kami tinggal bersama lima orang/keluarga lainnya. Saya lumayan mengenal tetangga sebelah unit persis, suami istri dari Yunani. Grumpy Old Man dan Grumpy Old Woman . Dari dalam apartemen, saya sering mendengar mereka bertengkar, dalam bahasa Yunani, sehingga saya nggak mengerti masalahnya apa. Tetangga ...
Karena cuaca sudah mulai dingin, memasuki winter , saya memprovokasi beberapa teman untuk mengadakan pesta barbekyu (gimana ya ejaan resmi dalam Bahasa Indonesia nya?). Memang musim dingin begini enaknya bakar-bakar. Minggu kemarin jadi juga kami serombongan bakar-bakar di Federal Park, Glebe. Orang Aussie suka sekali barbekyu-an. Mereka biasa menyingkat Barbecue menjadi Barbie . Bisa dikatakan masakan khas mereka adalah BBQ (mungkin lebih enak disingkat begini ya?). Dari pengalaman saya ikutan BBQ ala Aussie dan ala Indo, inilah beberapa catatan perbedaannya. 1. Peserta Bule biasanya lebih sedikit pesertanya, hanya 2-4 keluarga. Kecuali bule campur seperti Italia atau Yunani yang memang suka kumpul-kumpul. Bandingkan dengan orang Indo yang rasanya nggak seru kalau pesta cuma orang sedikit. Kalau perlu orang sekampung ikut semua. BBQ kami minggu lalu dihadiri 12 keluarga. 2. Lokasi Bule biasanya punya rumah dengan halaman belakang yang luas untuk pesta BBQ. Sementara pelajar...
Makan siang Diet Mayo hari pertama Beneran nih mau nyoba diet mayo? Sudah baca pengalaman saya di sini kan? Nggak usah takut, dietnya nggak nyiksa-nyiksa banget kok, seenggaknya buat saya. Menu diet mayo sudah ditentukan untuk 13 hari. Ada menu sampai hari ketujuh, lalu hari kedelapan menunya mengulang dari hari pertama. Kabar baiknya, menu diet mayo ini bisa diakali agar ada rasanya, asal tidak ditambahi garam. Bumbu-bumbu lain seperti bawang, bawang bombay, bawang merah, lada putih, lada hitam, cabe dan berbagai macam herba diperbolehkan. Tapi nggak boleh pakai kecap manis atau saus tomat botolan ya. Bahkan mentega pun boleh, asal yang tawar ( unsalted butter ). Untuk sarapannya gampang banget, biasanya secangkir kopi atau teh, dengan 1 sendok teh gula rendah kalori. Saya pakai gula Tropicana Slim. Di hari keempat ada tambahan 1 iris roti bakar. Saya pakai roti gandum utuh ( whole wheat bread ). Sarapan hari kelima agak susah, karena cuma 1 wortel besar mentah yang diparut da...
Tinggal di Sydney membuat saya kekurangan suplai bacaan bergizi, terutama novel-novel Indonesia terbaru. Memang sih, di sini saya bisa membaca novel-novel berbahasa Inggris terbaru. Tinggal pinjam di perpus, gratis. Saya mudah mendapatkan novel Stephenie Meyer setelah Twilight, buku fairytale terbaru JK Rowling, novel Gossip Girl dan lanjutannya: IT Girl. Saya juga punya koleksi diary Adrian Mole, Jodi Picoult dan Judy Blume. Saking banyaknya buku dan sedikitnya waktu, buku-buku dari perpus hanya numpang lewat saja di rak buku saya, mabuk pinjam dan dikembalikan lagi setelah tiga minggu. Bahkan saking kemaruknya saya pernah bawa pulang My Sister Keeper dari perpus, padahal saya sudah punya bukunya di rumah (hasil berburu dari Book Sale). Asyiknya, saya bisa 'belajar' bercerita dari novel-novel itu. Saya suka sekali gaya cerita Cecily von Ziegesar, penulis serial Gossip Girl (diterjemahkan nggak ya di Indo?). Ceritanya nakal sekali, tapi penulisnya pintar bertutur, membuat pemb...
I had my first baby ultrasound yesterday. It was amazing to see a tiny human lives inside me. We could see clearly her head, tiny feet, tiny hands, her heart beating rapidly, and even took a look inside her brain. When we watched her, she was lazily sucking her thumb. Alhamdulillah, so far so good. Everything seemed normal, nothing to worry. And... she is a girl! Insyaallah. A.K.
Sedih tak berujung. Aduh, apalagi ini? Ceritanya begini, masih ingat kisah bulan Februari lalu, saya titip dibelikan buku-buku dari Indonesia untuk 'tambahan gizi'. Adik saya mengirimkannya lewat sea mail karena biaya mahal untuk paket 4 kg. Ternyata, sampai sekarang, paket lewat laut itu belum sampai ke alamat saya. Sudah lima bulan ya? Minggu kemarin saya minta tolong Adik untuk menanyakan ke kantor pos sana. Katanya sih sudah dikirim dan sampai ke Australia. Hanya saja tidak bisa dicek posisi sebenarnya. Pencarian saya lanjutkan di Pos Australia sini. Saya mengirimkan email komplain lewat website mereka. Ternyata langsung dibalas dan meminta nomor artikel, agar bisa ditelusur jejak paketnya. Saya kirimkan lagi nomor artikel dari pindai kuitansi pengiriman. Ternyata setelah dicek, tidak ada artikel dengan nomor tersebut. Auw, lemaslah saya. Itu buku-buku penting, lezat dan bergizi. Terus sekarang bagaimana dong? Haruskah saya pasrah dan berdoa? A.K. ps: moral of the story: ne...
Comments