REMAJA
Big A lahir 14 tahun lalu ketika saya masih berusia 22 tahun. Tidak mudah mempunyai anak dalam usia yang relatif muda, apalagi masih nyambi kuliah S1. Saya mendukung pernikahan dini, tapi tidak mendukung mempunyai anak terlalu dini. Pasangan dalam pernikahan (dini) akan membantu kita untuk fokus pada tujuan hidup, tapi mempunyai anak sama dengan masuk ke dunia yang sama sekali berbeda, tang gung jawabnya terlalu besar. Dulu saya sering takut salah langkah dalam mengasuh anak. Karena itu saya terkejut ketika Big A tiba-tiba nyeletuk, "Nanti aku pengen punya anak ketika masih muda, seperti Mama." Deg! Saya mau mendebat, tapi saya tahan dan malah bertanya 'kenapa'. "Biar beda umurnya nggak terlalu jauh, jadi enak bisa diajak ngobrol," jawab Big A. Oh... Selanjutnya Big A bercerita bahwa teman-temannya heran mengapa dia bisa bebas bercerita pada Mamanya tentang apapun, termasuk ketika naksir kakak kelas. "Memangnya teman-temanmu yang lai...