Posts

Showing posts with the label school

Upacara Bendera

Di sekolah Anindya, upacara bendera digelar setiap hari Senin dan Jumat. Acaranya singkat dan efisien, tidak sampai 10 menit. Begitu bel berbunyi, anak-anak berlarian menuju halaman sekolah. Mereka membentuk barisan sesuai kelasnya. Tidak perlu lencang kanan-kiri, tapi lumayan rapi. Tiga menit kemudian bel kedua berbunyi. Para guru sudah siap di tempatnya, guru kelas di belakang barisan kelas masing-masing dan guru bidang studi berdiri di depan. Setelah bel kedua, kepala sekolah menghitung 1,2,3 dan anak-anak yang tadinya berdengung seperti kawanan tawon mendadak diam. Begitu juga dengan kumpulan orang tua di belakang mereka. Upacara siap dimulai. Satu wakil siswa menjadi pembawa acara. Satu siswa lain memegang tongkat berbendera. Lagu Advance Australia Fair dikumandangkan dari kaset. Anak-anak ikut bernyanyi dengan keras sementara para orang tua bergumam-gumam. Setelah lagu selesai, kepala sekolah memberikan pengumuman tentang kegiatan yang akan diadakan dalam minggu ini. Termasuk...

Liburan Sekolah

Sekolah di sini enak, banyak liburnya. Enak untuk anak-anak (dan mungkin, guru), nggak begitu enak untuk orang tuanya. Kalender pendidikan dibagi menjadi empat term, sesuai musim. Masing-masing term hanya berlangsung sekitar 2,5 bulan. Tiap akhir term ada libur sekitar 15 hari. Libur musim panas lebih panjang lagi, sekitar 40 hari. Dimulai dari dua atau tiga hari menjelang natal sampai dengan awal Februari. Hari ini adalah hari terakhir liburan musim dingin. Besok Anindya sudah masuk sekolah lagi. Huah, betapa leganya saya. Minimal mulai besok saya tidak mendengar lagi kalimat, "I'm bored" yang diucapkan Anindya seperti dia menghela nafas. Susah sekali untuk entertain anak usia 7 tersebut. Memang ada beberapa hari yang dia saya antar ke rumah teman sebaya atau ada teman yang main ke rumah. Tetapi sesaat setelah mereka berpisah, belum juga si teman hilang dari pandangan, kalimat paten Anindya sudah terucap lagi. Saya menahan diri untuk tidak mengucap, "Me too. I...

Of Course You Can

"Of Course You Can," begitu semboyan dari Sydney Community College , lembaga kursus untuk masyarakat umum di Sydney. Lembaga ini melayani orang-orang dewasa yang ingin punya ketrampilan baru. Apa yang ada di benak Anda begitu mendengar kata kursus? Kalau saya, langsung ingat tetangga saya di Salam ( this is somewhere between Jogja and Magelang, sorry, you couldn't find it in the map ) yang membuka kursus menjahit, salon dan rias penganten. Di kota besar, kursus tentu lebih beragam lagi, dari kursus bahasa asing, komputer, main piano sampai menyetir mobil. Yang terakhir ini saya pernah ikut, dan jadi malu kalau ingat ^_^ Di katalog Sydney Community College, saya menemukan kursus yang lebih beragam (dan aneh-aneh) lagi, mencakup berbagai macam minat dari olahraga, seni, bahasa, gaya hidup, sampai bisnis. Saya tertarik dengan beberapa macam kursus yang ada di situ, mengingat biayanya jauh lebih murah daripada biaya sekolah beneran di Uni, lagipula jangka waktunya pendek dan ...

Mengintip Sekolah Anindya

Image
Hari ini ada open house di sekolah Anindya (7 tahun), berikut pameran karya seni dan parents brunch . Acara open house semacam ini memberi kesempatan pada orang tua murid untuk melihat kegiatan belajar mengajar di kelas. Tentu saja kesempatan seperti ini tidak kami lewatkan. Sebelum mengintip ruang kelas, kami melihat-lihat pameran karya seni murid-murid Hampden Park Public School (HPPS). Setiap siswa menampilkan satu karya mereka, entah itu lukisan, kolase, sketsa, gambar atau karya seni rupa yang lain. Tiap kelas mempunyai tema tersendiri. Tema kelas Anindya adalah membuat lukisan vas bunga. Hasil kreativitas anak-anak usia SD ini sungguh mengagumkan. Mereka tidak takut untuk mengeluarkan ide mereka dalam bentuk karya. Beberapa kelas mengambil tema Picasso. Dari tema Picasso saya menjumpai karya sketsa dan kolase yang unik. Mungkin tema Picasso ini cocok untuk anak-anak karena mereka tidak terintimidasi untuk membuat lukisan atau karya yang "indah" dan "sempur...

Wisuda: Beneran vs Bohongan

Di Sydney University ada dua macam wisuda: yang beneran dan yang bohong-bohongan. Beruntung Nino bisa mengikuti wisuda yang beneran, asli. Biasanya, international student (siswa yang berasal dari luar Australia, baik yang mendapat beasiswa maupun yang bayar sendiri) langsung pulang kampung begitu studinya selesai. Padahal wisuda baru akan dilaksanakan kurang lebih 9 bulan (atau satu setengah semester setelah masa studi selesai. Karena itu, banyak dari mereka yang tidak dapat mengikuti wisuda (kecuali yang mampu beli tiket pp dari negara asal, khusus untuk menghadiri wisuda). Untuk mengobati kekecewaan para siswa yang tidak bisa mengikuiti wisuda, maka pihak Sydney Uni membuat semacam wisuda bohong-bohongan dengan istilah keren: homecoming seminar . Pada acara ini, para 'lulusan' boleh menyewa toga dan berfoto-foto bersama di Quadrangle (Gedung pusat Sydney Uni). Tak lupa, disediakan kue-kue dan minum-minum. Suami saya menyelesaikan studinya Agustus 2008. Selesai disini b...

Hampden Park Public School

Image
Anindya (7 tahun) masuk sekolah lagi minggu ini, dimulai hari Senin yang lalu. Menurut aturan DET ( Department of Education and Training ) New South Wales , kami harus mendaftar di sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggal. Ini kalau mau sekolah gratis di sekolah negeri loh. Kalau mau sekolah di swasta, silahkan pilih sekolahnya, jauh juga boleh, asal kuat bayarnya. Mengurus surat-surat untuk sekolah dasar di sini tidak terlalu sulit. Pertama, anak usia sekolah (5 - 15 tahun) harus mendapat surat konfirmasi pendaftaran dari DET. Komunikasi dengan DET bisa dilakukan via email (iyalah, hari gini...). Formulir pendaftaran juga bisa diunduh dari website DET . Surat konfirmasi pendaftaran ini adalah salah satu syarat untuk mendapatkan visa. Dulu kami mengurus surat ini ketika masih berada di Indonesia. Persyaratan lainnya adalah sudah membayar uang sekolah sebesar AUD 4500 untuk satu tahun. Ini untuk siswa internasional yang umum. Anindya bisa gratis karena Ayahnya adalah pemegan...

A Letter from The Premier

Image
I was surprised receiving a letter from the premier of New South Wales . Especially with $50 cheque in it. It's supposed to be The Back-to-School Allowance for Nindipong . He said in the letter that the allowance was there to give our children the best possible start to the school year. I don't mind (at all) receiving such a cheque, it's just that we are heading for NSW State Election this month, and this cheque is distributed now, not at the beginning fo the school year. Not to mention that the letter has a big picture of smiling premier as heading. Well, I don't have the right to vote, anyway. Is this money politics? Or is it a generous programme from the government (that really care about their children's education)? Whatever! As long as it can reimburse Nindi 's school uniform. A.K.

That's what the parents want

Image
Nindi started school this Wednesday. She has got a new uniform, with a too big hat. Her first day at school was great, until I was late picking her up. Not that I AM late. It turned out that the other parents picked their children long before the school ended and worse, the teacher let the children went home first. That made me who came on time felt worse cause Nindi was the last child to be picked up. When her father (aka Nino) asked her what was she doing at the first day at school, she said that she just played around. "Didn't you learn something new today? like alphabets?" asked Nino. "No, Daddy. I just played outside with my friends." "So, what's the difference from your previous school, at childcare?" added Nino. "The difference is," I said. "This one is free." Just like what we expected. Good education, five days a week and cost no penny. A.K.