Posts

Showing posts with the label movie

Superman Kembali

Image
Kemarin, aku nonton jangan-lewatkan-film-ini bareng Nindipong (4) dan adikku, Dila. Kami nonton di 21 Amplas (Ambarukmo Plasa). Thank God, sekarang Jogja punya 21, hehehe… Tadinya kami terganggu sama suara Dolby yang kenceng banget, sampai Nindi harus menutup kedua telinganya. Tapi, secara umum, kami menikmati film ini.   Film dibuka dengan usaha Lex Luthor(diperankan dg baik oleh Kevin Spacey), musuh abadi Superman, untuk mendapatkan kristal dari planet Krypton. Aku nggak begitu suka pembukaan film ini yg terasa suram banget, apalagi sound effect nya, annoying dan sering mengagetkan. Nindi nanya-nanya terus, “Mana, Ma, superman-nya?”   Ah, untungnya si superhero segera nongol. Dila sama aku sampai teriak, “Ganteng banget!!!” Hehehe, norak ya. Tapi emang, nggak ada yang menyangkal, Superman di film ini, mukanya kayak dipahat dari lilin, halus dan licin, kayak patung di Madame Tussaud aja. Bodynya? Uhm, sexy (not mention his red “underware”, hehehe). Yang nggak nguatin tuh S po...

Menonton Nicholas GIE Saputra

Aku bukan pengamat, apalagi kritikus film. Jadi, bacalah tulisan ini sebagai komentar dari orang biasa yang baru saja menonton film bagus. Kalau bukan film GIE, aku nggak akan bela-belain nonton sendirian tanpa teman (sejauh mata memandang, pada pacaran semua euy!) di bioskop yang belum pernah aku masuki pula. Untung harga tiketnya murah, karena hari Senin, dan nggak perlu antri lama. Kesan yang aku tangkap begitu film mulai berputar, sinematografi dan artistik-nya indah dan rapi sekali. Nuansa tahun 60-an terbangun dari rumah-rumah tua, tembok lumutan, menara mesjid, mobil VW yang lalu lalang, sepeda, pedagang kaki lima dengan toples bulatnya, cewek-cewek berkuncir dua. Asli jadul banget. Nggak ada setitik noda selip kelihatan jaman modern-nya (yo wis diedit tho!). Meskipun settingnya cuma itu-itu saja: rumah Gie (kordennya itu loh…), atap yang kelihatan menara mesjidnya, perempatan BATA (aha!), sekolah dan pecinan, tembok (ratapan?) sudah cukup mewakili jadul. Oh, iya, angkotnya bo...