Mungkin Tuhan lagi sayang sama saya. Atau mungkin sambungan Sydney-Surga sedang lancar sehingga doa saya terdengar. Musim panas kali ini Tuhan menghadiahi saya dengan Golden Key , yang dititipkan pada manajer promosi Sydney Olympic Park . Siapa yang nggak suka barang gratisan? Saya hobi banget ikutan kuis yang nggak pakai keluar uang. Bulan lalu saya ikutan kuis di website Sydney Olympic Park. Pertanyaannya sederhana: tuliskan apa yang ingin Anda lakukan di Sydney Olympic Park. Gampang kan? Iya, kalau nulisnya pakai bahasa Indonesia, hehehe. Tapi dasar saya tukang mengkhayal, saya mengirim cerita hipos banget (dengan grammar seadanya) dan mengirimkannya. Tiap selesai sholat saya berdoa sama Allah agar saya menang kuis itu (fyi, saya biasa minta apa saja sama Allah, terang-terangan nggak pakai malu-malu). Kenapa saya bela-belain berdoa? Soalnya hadiahnya bejibun, banyak banget. Ini dia ... (drum roll...) Tiket menonton tenis Medibank Internasional Tiket menonton pertandingan...
Setiap orang punya kelemahan. Saya: terobsesi dengan liburan. He-who-can-not-be-named-in-this-blog has his ideal holiday like this: napping in his old bedroom after eating Rawon and Sambel Tempe Penyet, and then having afternoon tea with Mama and Bapak in their cozy dining room. Nice. I love that too (except that I don't eat Rawon). It just that I have my very own version of perfect holiday. Versi saya: mengunjungi satu tempat baru (lebih sip lagi kalau negara baru), menginap di hotel ( preferably beach front ), makan enak tanpa harus memasak, dan leyeh-leyeh sementara anak-anak bermain sendiri (atau sama Bapaknya, hehehe). Begitulah, awal tahun 2009, cita-cita saya dan dia-yang-tidak-boleh-disebut-namanya datang ke Sydney sama sekali berbeda. Dia kembali untuk mengejar phDnya, sementara saya kembali melunasi 'utang' jalan-jalan di Aussie. Pada masa-masa prihatin dua tahun pertama kami tinggal di Sydney, praktis kami belum pernah ke mana-mana di luar Sydney. Pali...
Siapa sih yang suka diikat-ikat? Orang (dan bayi) normal pasti enggak seneng kalau nggak bisa bebas bergerak. Begitu juga Ayesha. Di NSW, masalah keselamatan sangat diperhatikan. Makanya peraturan tentang safety benar-benar strict . Di mobil, semua penumpang wajib menggunakan sabuk pengaman, baik yang di depan maupun yang di belakang. Sementara untuk anak-anak, mulai dari bayi baru lahir sampai usia 6 tahun, wajib menggunakan kursi mobil khusus. Kursi ini didesain untuk menyesuaikan sabuk pengaman dengan ukuran tubuh anak-anak. Ketika pertama kali naik taksi dari bandara, kami menggunakan taksi khusus yang ada kursi bayinya. Ayesha (10 bulan) tidak suka duduk di kursi bayi dan menangis sepanjang perjalanan. Repotnya, saya tidak bisa menenangkannya dengan memangku atau menggendong. Di sini, rules are rules , daripada ditilang sama Ranger . Mungkin Ayesha merasa tidak nyaman karena di Indonesia terbiasa duduk dipangku, atau duduk sendiri atau malah berdiri sambil lihat pemandangan di b...
Enaknya tinggal di Sydney, ada taman bermain di tiap RW-nya. Bukannya ada RW beneran, tapi di tiap blok perumahan pasti ada fasilitas tamannya. Asyiknya, taman-taman ini luas, bersih dan gratis. Ada bermacam-macam taman di sini, antara lain taman bermain (playground), taman untuk berolahraga (ada lapangan olahraganya dong...), taman untuk barbekyu, atau sekedar taman rumput doang. Taman bermain yang paling dekat dengan apartemen kami adalah Hampden Road Reserve, jaraknya 6 menit jalan. Luasnya kira-kira setengah lapangan sepak bola. Di tengah-tengah ada satu set permainan anak-anak: ayunan, perosotan dan anjut-anjutan. Di samping mainan anak-anak, ada satu bidang tanah lapang yang cocok untuk main bulu tangkis (cuman nggak ada tiang untuk net). Taman juga selalu dilengkapi bangku-bangku taman dan pancuran air untuk minum. Tiap sore, taman ini ramai sekali anak-anak bermain, maklumlah pemukiman padat anak. Kalau sudah ramai begini biasanya Anindya ogah bermain, mungkin malas harus menan...
Karena cuaca sudah mulai dingin, memasuki winter , saya memprovokasi beberapa teman untuk mengadakan pesta barbekyu (gimana ya ejaan resmi dalam Bahasa Indonesia nya?). Memang musim dingin begini enaknya bakar-bakar. Minggu kemarin jadi juga kami serombongan bakar-bakar di Federal Park, Glebe. Orang Aussie suka sekali barbekyu-an. Mereka biasa menyingkat Barbecue menjadi Barbie . Bisa dikatakan masakan khas mereka adalah BBQ (mungkin lebih enak disingkat begini ya?). Dari pengalaman saya ikutan BBQ ala Aussie dan ala Indo, inilah beberapa catatan perbedaannya. 1. Peserta Bule biasanya lebih sedikit pesertanya, hanya 2-4 keluarga. Kecuali bule campur seperti Italia atau Yunani yang memang suka kumpul-kumpul. Bandingkan dengan orang Indo yang rasanya nggak seru kalau pesta cuma orang sedikit. Kalau perlu orang sekampung ikut semua. BBQ kami minggu lalu dihadiri 12 keluarga. 2. Lokasi Bule biasanya punya rumah dengan halaman belakang yang luas untuk pesta BBQ. Sementara pelajar...
Di Sydney dilarang tersesat. Di Indonesia sih gampang, kalau tersesat tinggal tanya penjual teh botol di pinggir jalan, atau tanya tukang tambal ban. Di sini, kalau nggak tahu jalan ya nggak bakalan bisa pulang. Kalau maksa nanya sama orang paling jawabannya, " Dunno Mate ." Itu sebabnya semua orang wajib memiliki peta jalan. Kalau ingin peta jalan yang komplit ya harus punya buku setebal buku telepon itu. Di sini, peta jalan diterbitkan dan diperbarui setiap tahun, jadi kalau ada pembangunan jalan atau fasilitas baru, langsung ketahuan di peta. Beda dengan peta jalan Surabaya terbitan Periplus tahun 2007 yang saya gunakan dulu. Nggak sama antara peta dan kenyataan. Kami pernah mencari alamat dengan menyusuri jalan di daerah Barata Jaya, eh, tiba-tiba jalannya menghilang, padahal di peta masih ada. Hem, salah strategi deh. Di Surabaya memang lebih manjur tanya tukang tambal ban daripada baca peta. Kalau males (atau nggak bisa) baca peta, bisa numpang tanya sama O...
Tadinya saya iseng ikut lomba Blog Writing Competition yang diadakan oleh Garuda Lovers Community . Saya sudah posting tulisan ini sebelum saya tahu ada lomba tersebut. Makanya, begitu tahu ada lomba, saya ikutkan saja tulisannya, kebetulan temanya cocok banget. Tadi barusan di-email Mama, katanya dapat surat ( yes, snail mail ) dari Garuda (dikirim ke alamat rumah di Malang), blog-ku menang juara dua. Hadiahnya tiket Garuda Jakarta - Balikpapan pp. Sayangnya, tiket ini tidak bisa dialihkan atau dijual. Waduh, sama juga bohong ya. Masak saya harus balik dulu ke Jakarta untuk bisa menikmati gratisan ke Balikpapan. Lagian, ngapain ke sana? Coba kalau hadiah bisa dialihkan atau ditukar, kan tidak terbuang sia-sia. Terus, kok bisa menang ya? Saya sendiri juga heran. Padahal saya nulisnya nggak bagus-bagusin Garuda loh. Atau mungkin karena saya jujur dan apa adanya ya? Hehehe. Masih nggak percaya nih, secara saya belum melihat dengan mata kepala sendiri bahwa saya menang lomba. Barusa...
I got my first salary this week. Yipeee! Yes, it is in dolar (double yipeee), and yes, it's my first salary ever. Well, I got money from writing book, but we call it a royalty. And I also got money from my previous business, and we call it a share. Mine is not that big compare to other worker, cause it is just as the award rate (or UMR* in our country). What surprised me is the tax rate. They cut almost 29% of my salary for the tax. Now I am a very generous person 'to donate' this wealthy country from one-third of my money. That's just great! Here, a temporary resident (or what we call it expat) pays higher tax than a citizen or a permanent resident. Argh, at least I know where the money goes. It goes to the comfy trains and buses. It goes to the parks (with the free barbecue stand) and playgrounds. It goes to the free education for my kid. It goes to the library with thousands books to read and hundreds DVDs to see. As a good citizen (of our beloved country), I also p...
Tinggal di Sydney membuat saya kekurangan suplai bacaan bergizi, terutama novel-novel Indonesia terbaru. Memang sih, di sini saya bisa membaca novel-novel berbahasa Inggris terbaru. Tinggal pinjam di perpus, gratis. Saya mudah mendapatkan novel Stephenie Meyer setelah Twilight, buku fairytale terbaru JK Rowling, novel Gossip Girl dan lanjutannya: IT Girl. Saya juga punya koleksi diary Adrian Mole, Jodi Picoult dan Judy Blume. Saking banyaknya buku dan sedikitnya waktu, buku-buku dari perpus hanya numpang lewat saja di rak buku saya, mabuk pinjam dan dikembalikan lagi setelah tiga minggu. Bahkan saking kemaruknya saya pernah bawa pulang My Sister Keeper dari perpus, padahal saya sudah punya bukunya di rumah (hasil berburu dari Book Sale). Asyiknya, saya bisa 'belajar' bercerita dari novel-novel itu. Saya suka sekali gaya cerita Cecily von Ziegesar, penulis serial Gossip Girl (diterjemahkan nggak ya di Indo?). Ceritanya nakal sekali, tapi penulisnya pintar bertutur, membuat pemb...
Happy birthday to you... You were born at the zoo... You look like a monkey... And smell like one too... Hehehe... I love this song, from Madagascar Cartoon. Huah, 27 now. get ready to: 1. publish my fourth book 2. get a job here 3. have my second child (not a second husband, hehehe) insyaallah, this year. A.K.
Comments
lucu juga idenya. tp selama ini dia udah makan sambal berbotol-botol, hot-nya sampai di mulut doang, hehehe.