Posts

HEMAT AIR

Image
  Pagi ini kami kedatangan petugas pemeriksa meteran air PDAM. Anak baru kayaknya. Yang menerima suamiku. "Nggak normal ini, Pak," kata petugas. Kami memang sangat hemat air. Tagihan per bulan rata-rata Rp 15.000. Sementara tetangga sebelah (aku pernah nguping) tagihannya sampai 5x lipat. "Kami nggak pakai bak mandi, Mas. Mandinya pakai shower," suamiku menjelaskan. Males kan dituduh nyolong air. "Masih nggak normal itu, Pak," gumam petugas sambil melihat rumah kami yang (terlihat) besar. "Oh, ada sumur di belakang." "Oh, kalau itu normal." ===== Suamiku pinter deh. Mending bilang ada sumur di belakang (memang ada, cuma gak dipakai) daripada harus menjelaskan kalau kami jarang mandi, jarang mencuci baju, jarang menyiram tanaman, jarang memasak, hampir gak pernah mencuci mobil, minum pakai air galonan. Sungguh tidak normal :p ~ A.K.

SELAMAT HARI BUKU

Image
Ini buku-buku yang pernah saya tulis, baik sendirian maupun keroyokan. Satu buku lainnya tentang family backpacking di Australia sedang dalam proses produksi. Semoga koleksi ini segera disusul terbitnya buku Little A dan Big A. Yang artinya saya harus lebih produktif lagi menulis, karena anak-anak (saya) gak bakalan mau 'disuruh' nerbitin buku kalau Emaknya sendiri mandul sebagai penulis. Ayo, jangan takut membaca dan kemudian menulis. ~ A.K.

NGAPAIN SEKOLAH LAGI?

Image
Iya juga ya, ngapain nambah-nambah perkara, keluar dari zona nyaman? Toh kebutuhan hidup sudah terpenuhi, hobi traveling juga bisa diwujudkan. Lalu saya ingat tujuan saya dulu cari perkara dengan kuliah lagi di Universitas Terbuka. Selain ingin memperbaiki 'hal-hal yang tidak selesai' di kuliah saya terdahulu, saya juga ingin menjadi role model yang baik bagi anak-anak saya . Bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar (klise tapi bener adanya). Bahwa ada kesempatan kedua kalau kita mau mengambilnya. Bahwa tidak ada salahnya kamu mengikuti passion -mu. Bahwa hidup kadang harus melewati jalan memutar. No worries , kita akan tetap sampai asal tidak berhenti melangkah. ~ A.K.

WATER SAFETY

Image
Saya baru saja membaca berita ada dua anak mati tenggelam di kolam renang salah satu hotel di Surabaya. Ibunya asyik main hape di tepi kolam. Mak deg! Tanpa perlu merundung si ibu yang pasti sangat menyesal, peristiwa ini hendaknya jadi peringatan untuk kita semua. Ini yang sebaiknya diperhatikan/dilakukan orang tua. Self reminder untuk saya juga. 1. Anak-anak adalah tanggung jawab kita, ada atau tidak ada penjaga kolam. 2. Anak yang belum bisa berenang sebaiknya di kolam kecil, maksimal air setinggi dada. Selalu awasi kalau kita tidak ikut nyemplung ke air. Foto-foto secukupnya, setelah itu simpan hape. 3. Minimal satu ortu, bapak atau ibu ikut nyemplung. Meski saya bisa berenang, saya hanya akan bawa Little A di kolam besar kalau saya bisa berdiri tegak, air maksimal seleher. 4. Usahakan belajar berenang, baik untuk anak maupun ortu. Ibu-ibu tidak perlu malu belajar berenang setelah dewasa. Sekarang juga sudah banyak kolam untuk perempuan dan baju ren...

MENULIS KREATIF ala LITTLE A (7thn)

Image
Little A mulai mau menulis cerita lagi. Kali ini kisah Princess Aira dan Pegassus. Setiap kali dia memikirkan suatu kalimat, dia akan melafalkannya terlebih dahulu. Dia ulang berkali-kali sampai pas, baru dia akan menulis kalimat tersebut. Little A baru bisa memakai tanda titik, belum bisa menggunakan huruf besar, tanda koma, dan tanda petik, tapi dia bisa membacakan cerita dengan intonasi yang pas, sesuai yang dia inginkan ketika menuliska nnya. Setelah menulis satu paragraf, dia akan kembali membaca paragraf tersebut, baru mulai paragraf baru. Setelah dia capek, dia akan membaca seluruh isi cerita, berpikir sebentar membayangkan apa yang akan dia tulis besok, baru kemudian menutup diary.  Dalam menulis cerita, Little A sangat terbantu dengan banyaknya buku yang dia baca. Ketika dia minta tolong kakaknya agar diajari menulis tanda petik, Big A menjawab, "Ya, nanti kita lihat contohnya di buku-buku." ~ A.K.

KONTEN POSITIF

Image
Progress Big A (14 thn) kuliah di Stanford Online Di TL saya banyak ortu yang nge-share berita-berita 'menyeramkan' mulai dari kejadian pelecehan seksual, mainan dari kondom bekas, grup sosmed LGBT anak, tayangan kekerasan di sinetron, sms pacaran yang menjurus ke seks bebas, buku tulis bergambar pornografi, sampai buku cerita bermuatan pornografi (padahal hoax). Postingan ini dibagikan, ditambahi dengan komentar ngeri dan takut, seolah-olah seluruh dunia bersatu ingin menghancurkan anak-anak kita. Saya sadar, tahu dan waspada bahwa ada banyak sekali hal-hal negatif di sekitar kita, di dunia maya maupun nyata. Namun saya rasa kita sebagai orang tua jangan sampai diteror oleh rasa takut. Ketakutan yang berlebihan hanya akan membuat kita mengambil keputusan yang tidak masuk akal (berlebihan) dalam mengasuh anak. Tiap kali mendapat berita ngeri, saya cek apa beritanya benar? Kalau memang benar, apa yang perlu saya lakukan untuk melindungi anak-anak saya? Sudah...

KOMPLET

Image
My two beautiful and smart daughters. I'm complete alright. "Kapan nambah anak satu lagi? Yang cowok, biar komplet!" Saya agak gimanaaa gitu kalau denger kalimat di atas. Biasanya sih memang diucapkan dengan nada guyon, atau basa-basi kalau nggak ada hal lain yang bisa diomongkan. Saya biasanya juga cuma nyengir aneh. Mesti jawab apa coba?  Pertama, kita tidak bisa memilih jenis kelamin anak. Semua juga tahu, kan? Kekhawatiran saya, keputusan untuk memiliki anak berikutnya hanya karena preferensi jenis kelamin, dan akhirnya t idak terkabulkan, akan menimbulkan kekecewaan dan berakibat buruk pada bayi. Yang kedua, saya sudah merasa komplet dengan dua anak sekarang ini, perempuan semua. Kalau pun misalnya saya diberi anak laki-laki semua, insyaallah saya juga akan merasa komplet. Apa sih sebenarnya bedanya memiliki anak laki-laki dan anak perempuan? Kalau perempuan bisa didandani, diajari menjahit, diajak masak bareng? Well , anak perempuan pertama sa...