Posts

WATER SAFETY

Image
Saya baru saja membaca berita ada dua anak mati tenggelam di kolam renang salah satu hotel di Surabaya. Ibunya asyik main hape di tepi kolam. Mak deg! Tanpa perlu merundung si ibu yang pasti sangat menyesal, peristiwa ini hendaknya jadi peringatan untuk kita semua. Ini yang sebaiknya diperhatikan/dilakukan orang tua. Self reminder untuk saya juga. 1. Anak-anak adalah tanggung jawab kita, ada atau tidak ada penjaga kolam. 2. Anak yang belum bisa berenang sebaiknya di kolam kecil, maksimal air setinggi dada. Selalu awasi kalau kita tidak ikut nyemplung ke air. Foto-foto secukupnya, setelah itu simpan hape. 3. Minimal satu ortu, bapak atau ibu ikut nyemplung. Meski saya bisa berenang, saya hanya akan bawa Little A di kolam besar kalau saya bisa berdiri tegak, air maksimal seleher. 4. Usahakan belajar berenang, baik untuk anak maupun ortu. Ibu-ibu tidak perlu malu belajar berenang setelah dewasa. Sekarang juga sudah banyak kolam untuk perempuan dan baju ren...

MENULIS KREATIF ala LITTLE A (7thn)

Image
Little A mulai mau menulis cerita lagi. Kali ini kisah Princess Aira dan Pegassus. Setiap kali dia memikirkan suatu kalimat, dia akan melafalkannya terlebih dahulu. Dia ulang berkali-kali sampai pas, baru dia akan menulis kalimat tersebut. Little A baru bisa memakai tanda titik, belum bisa menggunakan huruf besar, tanda koma, dan tanda petik, tapi dia bisa membacakan cerita dengan intonasi yang pas, sesuai yang dia inginkan ketika menuliska nnya. Setelah menulis satu paragraf, dia akan kembali membaca paragraf tersebut, baru mulai paragraf baru. Setelah dia capek, dia akan membaca seluruh isi cerita, berpikir sebentar membayangkan apa yang akan dia tulis besok, baru kemudian menutup diary.  Dalam menulis cerita, Little A sangat terbantu dengan banyaknya buku yang dia baca. Ketika dia minta tolong kakaknya agar diajari menulis tanda petik, Big A menjawab, "Ya, nanti kita lihat contohnya di buku-buku." ~ A.K.

KONTEN POSITIF

Image
Progress Big A (14 thn) kuliah di Stanford Online Di TL saya banyak ortu yang nge-share berita-berita 'menyeramkan' mulai dari kejadian pelecehan seksual, mainan dari kondom bekas, grup sosmed LGBT anak, tayangan kekerasan di sinetron, sms pacaran yang menjurus ke seks bebas, buku tulis bergambar pornografi, sampai buku cerita bermuatan pornografi (padahal hoax). Postingan ini dibagikan, ditambahi dengan komentar ngeri dan takut, seolah-olah seluruh dunia bersatu ingin menghancurkan anak-anak kita. Saya sadar, tahu dan waspada bahwa ada banyak sekali hal-hal negatif di sekitar kita, di dunia maya maupun nyata. Namun saya rasa kita sebagai orang tua jangan sampai diteror oleh rasa takut. Ketakutan yang berlebihan hanya akan membuat kita mengambil keputusan yang tidak masuk akal (berlebihan) dalam mengasuh anak. Tiap kali mendapat berita ngeri, saya cek apa beritanya benar? Kalau memang benar, apa yang perlu saya lakukan untuk melindungi anak-anak saya? Sudah...

KOMPLET

Image
My two beautiful and smart daughters. I'm complete alright. "Kapan nambah anak satu lagi? Yang cowok, biar komplet!" Saya agak gimanaaa gitu kalau denger kalimat di atas. Biasanya sih memang diucapkan dengan nada guyon, atau basa-basi kalau nggak ada hal lain yang bisa diomongkan. Saya biasanya juga cuma nyengir aneh. Mesti jawab apa coba?  Pertama, kita tidak bisa memilih jenis kelamin anak. Semua juga tahu, kan? Kekhawatiran saya, keputusan untuk memiliki anak berikutnya hanya karena preferensi jenis kelamin, dan akhirnya t idak terkabulkan, akan menimbulkan kekecewaan dan berakibat buruk pada bayi. Yang kedua, saya sudah merasa komplet dengan dua anak sekarang ini, perempuan semua. Kalau pun misalnya saya diberi anak laki-laki semua, insyaallah saya juga akan merasa komplet. Apa sih sebenarnya bedanya memiliki anak laki-laki dan anak perempuan? Kalau perempuan bisa didandani, diajari menjahit, diajak masak bareng? Well , anak perempuan pertama sa...

ICIP-ICIP KULIAH

Image
Sejak kelas 7 (kelas 1 SMP), Big A sudah gelisah memikirkan pengen ambil jurusan apa saat kuliah nanti. Pertama, dia ingin kuliah Sastra Inggris. Gara-garanya, dia nge-fans sama JRR Tolkien dan pengen menulis skripsi tentang karya Tolkien. Tidak cuma pengen kuliah sastra Inggris, dia pengen kuliahnya di Oxford! Emaknya garuk-garuk kepala. Kemudian dia mulai tertarik belajar Filsafat. Bapaknya yang mulai ketar-ketir. Kami yakin dia akan menjadi mahasiswa Filsa fat yang sukses. Tapi setelah itu mau ngapain? Di Indonesia, keahlian di bidang ilmu ini kurang dihargai. Lalu Big A malah jadi tertarik belajar Perbandingan Agama. Waduh, berat Nak, beraaaat. Sampai sekarang, "kuliah jurusan apa" masih menjadi topik diskusi yang hangat di meja makan kami. Saya ingin Big A tetap membuka peluang seluas-luasnya untuk pilihan jurusan. Saya ingin dia mendapat informasi sebanyak-banyaknya. Kami banyak berdiskusi tentang berbagai topik, mulai dari agama sampai ekonomi, mu...

HELPER

Image
  Selama lima setengah tahun tinggal di Sydney, kami hidup tanpa pembantu rumah tangga. Di sana, punya PRT/ART memang tidak usum . Hanya orang super kaya yang bisa menggaji pembantu sesuai UMR: $15 per JAM. Saya dan suami terbiasa melakukan semua pekerjaan rumah tangga bersama-sama. Ketika saya bekerja full time di salah satu supermarket, Big A (waktu itu kelas 1 SD) kami titipkan di program OSHC (Out of School Hour Care) sekolahnya karena saya baru pulang kerja jam 4 sor e sementara sekolah selesai jam 3 sore.  Setelah kembali ke Surabaya, kami punya ART sebentar, kemudian dia pamit. Ya sudah lah, kami kembali ART-less. Saya toh sudah biasa hidup tanpa ART. Saya juga bekerja dari rumah, jadi rumah tetap ada yang nunggu, kiriman dari online shop tetap sampai ‪#‎ ehgimana‬ :p Anak-anak kami libatkan dalam pekerjaan rumah tangga. Big A tugas utamanya membuang sampah, mencuci piringnya sendiri dan membersihkan kamarnya sendiri. Little A menyiram tanaman dan...

TIP MEMBACAKAN BUKU UNTUK ANAK BATITA & BALITA

Image
1. Luangkan waktu rutin untuk membacakan buku. Misalnya sebelum tidur, atau ketika Ayah/Ibu pulang dari kerja. Anak akan menanti-nanti waktu tersebut. 2. Pilih tempat yang nyaman dan tenang. Jauhkan distraksi seperti mainan, TV, dan gadget ortunya :)) 3. Baca dengan suara keras dan bersemangat. Saya biasanya membacakan dengan teatrikal sesuai cerita yang ingin disampaikan, tidak dengan nada yang datar-datar saja. 4. Jangan terlalu cepat membaca. Berhentilah sesekali, tanyakan apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya. 5. Nikmati gambar-gambar yang ada di buku. Obrolkan dengan anak. "Wah, biri-birinya lucu banget ya. Kamu suka yang warna apa?" 6. Selesai membaca, diskusikan ceritanya dengan anak. Menurutmu bagaimana cerita tadi? Kamu suka akhir ceritanya? Kamu punya usulan akhir cerita yang lain? Tokoh mana yang kamu suka? Mengapa kamu suka tokoh tersebut? Kalau kamu jadi si tokoh tersebut, apa yang akan kamu lakukan? Dst. 7. Kalau anak mulai ...