Posts

Profesi Kita, Impian Yang Hidup

Image
Suasana di kelas. Foto oleh Adiar Ersti "Kita ini orang-orang gila yang kurang kerjaan," kata Bu Ita Guntari, financial planner yang duduk di sebelah saya di briefing Kelas Inspirasi Surabaya. Celetukan beliau diamini oleh Bu Astrid Wiratna, psikolog RS Siloam, yang tertawa lebar di kursi di belakang saya. Kami termasuk ratusan orang yang menyambut tantangan "mengajar sehari" di SD negeri, untuk menginspirasi mereka tentang profesi yang kita geluti. Tadinya saya merasa nggak pede, saya kan nggak sukses-sukses amat, profesi saya 'cuma freelancer'. Tapi kalimat itu bagaikan lampu menyala di atas kepala saya. Justru itu, Cyin! Anak-anak ini perlu diberi wawasan kalau kita bisa kerja kreatif dari mana saja, tidak perlu masuk kantor, tidak harus kerja di jam tertentu, bisa sambil tetap momong anak, dan nggak peduli kita lulusan apa asal punya keahliannya. (alasan yang terakhir semacam curcol!). Trrrrriiiiiiing!!! Saya putuskan mengisi formulir, mendaftar i...

Sirkus Jalan Raya

Image
Foto oleh Anindito Naik sepeda motor. Bapaknya pakai helm, anaknya enggak. Bapaknya dilindungi helm. Anaknya dilindungi Tuhan. Entah di mana saya baca ini, status facebook teman atau update twitter. Yang jelas kalimat-kalimat ini selalu terngiang di kepala saya. Saya mengantar anak-anak ke sekolah dengan naik sepeda. Little A duduk di boncengan, sementara Big A mengendarai sepeda sendiri. Jarak dari rumah kami ke sekolah sekitar satu kilometer, melewati gang konblok di kampung dan kemudian sepotong jalan raya beraspal. Kawan seperjalanan kami di pagi dan sore hari adalah abang penjual tahu, sepeda motor berpenumpang empat, becak motor, angkot tua, dan SUV yang mengambil lebih dari separuh jalan. Masing-masing kawan seperjalanan ini selalu menyapa kami dengan klakson mereka. Ada yang menyapa sopan, dua kali 'honk' pelan, sekedar tanda kalau mereka akan menyalip kami. Ada yang memang suka mengklakson apa saja seperti siulan riang di pagi hari. Tapi ada jug...

Bagaimana Mengajari Anak Menulis?

Image
 Pertanyaan ini menghantui benak saya setelah menerima surat resmi dari Awe, yang isinya mengajak saya untuk menjadi penulis tamu di #31harimenulis, dengan tema menjawab pertanyaan (judul) di atas. Saya yang suka dengan tantangan dan sering ‘telan dulu kunyah belakangan’ langsung menyanggupi ajakan tersebut. Setelah saya bilang “iya”, baru saya kembali bingung, “Hmm.. iya ya, gimana caranya ya?” Yang belum kenal dengan saya, mari kita kenalan dulu. Panggil saja saya Mala, ibu dari dua orang anak, tinggal di Sydney dan travel-blogger di www.travelingprecils.com . Anak saya yang mbarep , Anindya, 10 tahun, punya blog sendiri di http://anindyaspointofview.blogspot.com.au .Tulisan-tulisannya dalam bahasa Inggris karena dia belum lancar menulis dalam bahasa Indonesia. Kembali ke pertanyaan di atas, saya yang punya ingatan pendek ini mencoba mewawancarai Anindya. Dia tentu lebih ingat daripada saya, bagaimana proses dia tertarik dan rajin menulis di blog. “Dulu apa sih yan...

Masuk ke Dunia Sihir Harry Potter

Image
Mobil Terbang yang dinaiki Harry dan Ron dan di film Harry Potter kedua Liburan sekolah musim panas ini, Big A tidak sabar untuk pergi ke museum. Ya, museum di Sydney jauh dari kesan tua, keramat dan membosankan. Museum menjadi salah satu tujuan favorit liburan, dicintai anak-anak di sini karena display -nya menarik dan banyak aktivitas khusus untuk anak-anak. Kali ini, Big A merengek minta pergi ke museum Powerhouse karena ada pameran Harry Potter. Big A, 9 tahun, adalah penggemar berat Harry Potter. Dia sudah membaca semua buku Harry Potter dalam bahasa Inggris dan menonton tiga film pertama. Saking nge-fans-nya, Big A sampai hafal dialog dalam film-film Harry Potter ini. Pameran yang di Australia hanya digelar di Sydney ini memajang koleksi properti asli film Harry Potter pertama sampai ke delapan. Di pameran, pengunjung juga bisa mencoba memasukkan bola Quaffle dalam permainan Quidditch, menarik tanaman Mandrake dan bermain-main di pondok Hagrid. Tiket masu...

Dreams Come True. What's Next?

Image
cruising milford sound Dua tahun lalu, saya menulis di blog ini kalau saya pengen banget melakukan perjalanan ke New Zealand, terutama Milford Sound. Well, impian itu terlaksana awal bulan ini. Saya percaya sekali dengan impian atau cita-cita. Kalau kita punya impian, menuliskan, mencari jalan dan berusaha dengan sadar mencapainya, dengan kuasa Tuhan akan tercapai. Ketika saya menuliskan rencana perjalanan dua tahun lalu, saya tidak tahu bagaimana dan kapan saya bisa kesana, dan terutama pakai duit apa :p Tahun ini saya banyak sekali traveling, mewujudkan impian saya yang terpendam sejak dulu. Harus diakui, tidak mudah traveling dengan membawa keluarga dengan dua precils. Selain anggaran yang membengkak (tiket pesawat kalikan 4, penginapan tambah extra bed, beli makan kalikan 4), juga kerepotan mengurus si kecil yang masih 3 tahun. Terus terang kadang saya iri kalau membaca cerita atau pengalaman teman-teman yang berpetualang/backpacking keliling dunia. Pantes saja bisa bebas jala...

Festival Indonesia di Darling Harbour

Image
Acara tahunan Festival Indonesia di Sydney digelar Sabtu kemarin (3/9) di Tumbalong Park, Darling Harbour. Saya bersama keluarga sempat mampir sebentar ke festival ini, yang lumayan mengobati rasa kangen akan suasana yang Indonesia banget :) Festival semacam ini, selain untuk kangen-kangen-an dengan makanan Indonesia, juga untuk memperkenalkan budaya (dan makanan) Indonesia ke masyarakat Australia, khususnya yang tinggal di Sydney. Biasanya festival ini digelar setiap Agustus, sekaligus untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Namun karena 17 Agustus kemarin masih masuk puasa, acara diundur menjadi September, sekaligus untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri. Nggak tanggung-tanggung, festival kali ini diadakan di jantung kota, Darling Harbour. Sudah beberapa kali memang diadakan di Tumbalong Park ini. Beberapa tahun lalu, festival serupa dengan nama Pesta Kampoeng diadakan di Sydney University dan kemudian di Fox Studio dekat University of New South Wales. Menurut say...

A Lunch Date

Image
A cold Thursday morning, but I felt warm inside my heart. Nino agreed to take me for a lunch date. Yay, chance to dress up for a special occasion :p Anindya, as always, was not impressed with me dressing up. "Why do you dress up like that? Isn't it just lunch together? I always have lunch together with my friend at school." Oh, well :p But lucky, there's Ayesha, who admired my dangling ear-rings. She's holding it all the time while I carried her all the way to school. "Can I borrow it later, Mommy? After school?" Yes, of course, Darling ;) We chose to have early lunch at Kammadhenu, a South Indian-Malaysian-Sri Lankan restaurant at 171 King St, Newton. It's just a short stroll from Sydney Uni. When we got there, only two tables were occupied. People not up for lunch, yet. Photo from www.streetfood.com.au Nino asked the waiter whether we could use the $19 voucher I bought at www.deals.com.au worths $50. We didn't want a nasty surpr...